Navigate / search

MAHASISWA SEMESTER VI MAGANG 1 DI PAUD SANTO PIO LANGKE MAJOK

Mahasiswa Tingkat III Semester 6 Program Studi Pendidikan Guru PAUD melaksanakan Program Magang 1. Mahasiswa program studi PG PAUD yang melaksanakan program magang 1 berjumlah 126 orang. Salah satu kelompok kerja (SKK) magang 9 yang berjumlah lima (5) orang melaksanakan program magang 1 di PAUD Santo Pio Langke Majok, Desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara. Para mahasiswa yang tergabung dalam SKK Magang 9 ini Gudelia Wusu, Vinsensiani Junita, Yohana K. Ursulina, Noviana Jimun, Rosyanti I. Setiawan. Selengkapnya

Magang 1 di TK Negeri Reo, Mahasiswa: “Profesi Guru Bukan Sekadar Karir Melainkan Pengabdian”

Kegiatan magang 1 di TK Negeri Reo, Lingkungan Bari, Kelurahan Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai mulai dilaksanakan pada Senin (16/4/2018).

Para peserta magang atas nama Mersi L. Pongkiding, Benedikta V. Jurhaman, Yuliana Artika, dan Efradiana Sartika didampingi dosen pembimbng magang, Theresia A. Sum, M.Pd.  disambut oleh Ibu Maya selaku guru menggantikan Kepala Sekolah yang sedang mengikuti rapat dinas di Ruteng.

Ibu Theresia menyampaikan  harapan agar para guru di TK Negeri Reo dapat membimbing para mahasiswa.

Hal ini diaminkan Ibu Maya, “Baiklah kita saling mengisi, saling bertukar pikiran, kami membantu adik-adik mahasiswa dan begitu pula sebaliknya.”

Kegiatang Magang 1 ini akan dilangsungkan selama dua minggu (16 April 2018 – 27 April 2018) dengan kegiatan utama yaitu observasi yang berkaitan dengan kultur dan manajemen sekolah.

Meskipun demikian, peserta magang juga diarahkan untuk memiliki beberapa kegiatan tambahan demi terjalinnya kerja sama yang baik dengan pihak sekolah serta menambah pengetahuan dan keterampilan guru dan mahasiswa.

Beberapa kegiatan yang ditawarkan adalah membantu guru membersihkan kelas dan seluruh halaman sekolah, mendampingi anak dalam kegiatan baris berbaris, mengajarkan anak senam sehat ceria serta membantu guru dalam menyediakan media pembelajaran.

Peserta magang menyadari bahwa dalam melaksanakan magang tidak hanya mengerjakan item-item dari instrumen observasi, akan tetapi bagaimana membangun relasi dan kerja sama yang baik dalam setiap aktivitas.

Mersi, salah satu peserta magang menyampaikan, “TK Negeri Reo ini masih sangat sederhana dan masih sangat terbatas dalam hal fasilitas dan media pembelajaran. Namun, sekolah ini memiliki guru-guru yang tidak pernah kekurangan akal untuk berkreasi, sehingga menghasilkan kreativitas yang dapat membantu terlaksananya pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak.”

Kesan serupa disampaikan oleh Yane, salah satu peserta magang. Yane menyatakan, “Para guru di TK Negeri Reo bahkan rela mengeluarkan uang sendiri untuk menyediakan media pembelajaran.”

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman selama berada di TK Negeri Reo, para peserta magang melihat bahwa para guru menyadari profesinya sebagai suatu pengabdian bukan hanya sebagai karir semata.

Para mahasiswi peserta magang mengaku merasa senang bisa ditempatkan di TK Negeri Reo karena banyaknya pengalaman berharga yang mereka pelajari.

 

Peliput dan Penulis : Mersi L. Pongkiding (Mahasiswa Tingkat 3C Prodi PG PAUD)

Editor : Ayu Anwar

Foto-foto:

Seminar Nasional Prodi PG PAUD STKIP St. Paulus Ruteng Hadirkan Praktisi dan Penulis Buku Sekaligus Dosen S2 dan S3 PAUD Universitas Negeri Jakarta

Program Studi Pendidikan Guru PAUD (PG PAUD) mengadakan seminar nasional dengan tema “Pendidikan Holistik Integratif Bagi Anak Usia Dini” di aula Missio STKIP Santu Paulus Ruteng pada Sabtu (21/4/2018).

Sebelum kegiatan seminar dimulai, rombongan yang terdiri dari para pemateri diterima dengan “tuak kepok” dan disambut oleh Dr. Yohanes S. Lon, M.A. selaku Ketua Sekolah, Stephanus T. Rahmat, S.Fil.,M.Pd selaku Ketua Prodi PG PAUD beserta para dosen.

Kemudian, pemateri beserta rombongan diantar menuju ke ruang seminar diiringi para penari yang membawakan “tari tiba meka.”

Menghadirkan pemateri utama,  Dr. Yuliani Nurani, M.Pd, selaku Dosen Prodi S1 PG-PAUD dan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, peneliti, pengembang disain pembelajaran dan penulis buku PAUD dan kependidikan lainnya.

Dua pemateri lain merupakan dosen internal kampus, yakni Primus Domino, M.Si. yang juga menjabat sebagai Puket 2 dan Fransiskus de Gomes, S.Fil., M.Pd., dosen prodi PG PAUD STKIP St. Paulus Ruteng.

Ketua Prodi PG PAUD, Stephanus T. Rahmat, S. Fil.,M.Pd dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para pemateri yang telah berkenan hadir memenuhi undangan untuk berbagi ilmu dan pengetahuan yang dimiliki dengan seluruh civitas akedemika prodi PG PAUD.

Dr. Yohanes S. Lon, M.A. selaku Ketua STKIP Santu Paulus Ruteng pada kesempatan yang sama membuka rangkaian kegiatan seminar Nasional dan menyampaikan apresisasi setinggi-tingginya kepada Prodi PG PAUD yang telah menyelenggarakan kegiatan seminar nasional. Apresiasi juga disampaikan kepada para pemateri yang telah dengan susah payah menyiapkan materi seminar.

Awal seminar, Gomes menyampaikan materi dengan judul “Implementasi Pengembangan Anak Usia Dini Secara Holistik Integratif Melalui Pendidikan Hidup Berkeluarga, Parental Educational, dan Parental Guidance Service”.

Pemateri kedua, Primus Domino, M.Si, menyampaikan materi seminar dengan judul “Kekerasan: Pola Asuh Pilihan Orang Tua Terhadap Anak di Manggarai”.

Sebagai pemateri Utama, Dr. Yuliani menyampaikan materi dengan judul “Pendidikan Holistik Integratif bagi Anak Usia Dini”.

Ibu Yuli, demikian beliau disapa, mengemukakan bahwa “pengembangan anak usia dini holistik dan integratif adalah pengembangan anak usia dini yang dilakukan berdasarkan pemahaman untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling berkait secara simultan dan sistematis.”

Holistik artinya penanganan anak usia dini secara utuh (menyeluruh) yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, dan perlindungan, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak. Sedang Integratif/Terpadu artinya penanganan anak  usia dini dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah, dan pusat.

Lebih lanjut beliau menyampaikan, “PAUD Holistik Integratif adalah penanganan anak usia dini secara utuh (menyeluruh) yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, dan perlindungan, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah, dan pusat.”

Tujuan umum Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif adalah terselenggaranya layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif menuju terwujudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia.

Tujuan khusus Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif adalah terpenuhinya kebutuhan esensial anak usia dini secara utuh meliputi kesehatan dan gizi, rangsangan pendidikan, pembinaan moral-emosional dan pengasuhan sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai kelompok umur.

Tujuan khusus lainnya yaitu terlindunginya anak dari segala bentuk kekerasan, penelantaran, perlakuan yang salah, dan eksploitasi di manapun anak berada dan  terselenggaranya pelayanan anak usia dini secara terintegrasi dan selaras antar lembaga layanan terkait, sesuai kondisi wilayah

Terwujudnya komitmen seluruh unsur terkait yaitu orang tua, keluarga, masyarakat, Pemerintah dan Pemerintah Daerah, dalam upaya Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif merupakan tujuan khusus yang terakhir.

Rancangan PAUD holistik dan integratif dapat dilakukan  melalui beberapa tahap seperti Perencanaan, Pelaksanaan penyelenggaraan PAUD holistik dan integratif meliputi beberapa kegiatan, yaitu Kegiatan Pembelajaran,  Layanan Kesehatan dan Gizi yang meliputi Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Seimbang, Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (DDTK), Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pengasuhan dan Perawatan, Perlindungan Anak, Parenting atau pendidikan keorangtuaan bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada orang tua tentang cara mendidik, merawat dan mengasuh anak usia dini secara tepat.

Kegiatan parenting diharapkan dapat mewujudkan adanya keselarasan (sinkronisasi) antara pendidik dan orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak. Kegiatan parenting dapat dilakukan melalui berbagai jenis, di antaranya kelompok pertemuan orang tua, kelas orang tua, keterlibatan orang tua di kelas, keterlibatan orang tua pada kegiatan di luar kelas, kunjungan ke rumah peserta didik, dan konsultasi dengan ahli yang  terkait dengan anak usia dini.

Standar PAUD bertujuan menjamin mutu pendidikan anak usia dini dalam rangka memberikan landasan untuk melakukan stimulan pendidikan dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangan anak, mengoptimalkan perkembangan anak secara holistik dan integratif; dan mempersiapkan pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak.

Ibu Yuli mengakhiri seminar dengan sebuah pesan, “Keterpaduan pembelajaran anak usia dini menjadi lebih indah dan harmonis apabila guru memiliki motivasi dan kreativitas dalam mengorkestrasikan pembelajarannya dengan cara yang ditawarkan oleh Quantum Teaching, yaitu “Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka sehingga akan menjadi dunia kita bersama …!”

 

Penulis            : Ayu Anwar

Foto-Foto :

               Ibu Yuli sedang Menyampaikan Materi
               Ibu Yuli sedang Menyampaikan Materi
            Ibu Yuli Disambut dengan “Tuak Kepok”
            Ibu Yuli Disambut dengan “Tuak Kepok”
                    Para Peserta Sangat Antusias Mengikuti Seminar
                    Para Peserta Sangat Antusias Mengikuti Seminar

 

 

Penyerahan Mahasiswa Magang 1 di TK Santo Gabriel Leda, Ibu Ayu: “Magang 1, Mengamati Sambil Berbagi Ilmu dan Pengalaman”

Penyerahan mahasiswa magang 1 Prodi Pendidikan Guru PAUD STKIP St. Paulus Ruteng  berjumlah empat orang di TK Santo Gabriel Leda dilaksanakan pada Jumaat (13/4/2018).

Peserta magang atas nama Oktaviana Naput, Maria Lim, Markus Kosten, Krisviani M. Nurjaya didamping oleh Maria Rahayu Anwar, M.Pd. selaku dosen pembimbing, diterima oleh Sr. Efrida Kio, S.Pd. selaku Kepala Sekolah TK St. Gabriel Leda.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Ayu menyampaikan maksud kedatangan beliau beserta empat mahasiswa.

“Atas nama Program Studi PG PAUD, saya menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah karena bersedia menerima peserta magang 1. Hari ini saya menyerahkan sepenuhnya para mahasiswa untuk dibimbing oleh guru-guru di lembaga ini. Besar harapan saya, bahwa selama menjalani masa magang ini, Suster dan para guru dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan adik-adik saya ini. Melalui observasi, diharapkan mereka memperoleh hal baru.”

Sr. Efrida menyambut baik kedatangan Ibu Ayu dan keempat mahasiswa peserta magang. Beliau menyampaikan beberapa hal di antaranya jumlah tenaga pengajar dan jumlah siswa.

“TK St. Gabriel memiliki 5 orang tenaga pengajar dan siswa yang berjumlah 42 anak. Proses  pembelajaran menggunakan model pembelajaran kelompok dengan sudut kegiatan  dibagi dalam 3 kelompok kelas per usia anak.”

Selain itu, Sr. Efrida menyampaikan bahwa dalam melaksanakan proses kegiatan magang mahasiswa harus memberikan yang terbaik. Suster berharap agar dalam melaksanakan proses magang mahasiswa benar-benar mengikuti tata tertib, mengambil bagian dalam menjaga serta membimbing anak-anak.

Selain melakukan pengamatan, sesuai tujuan magang 1, mahasiswa memiliki rancangan kegiatan tambahan seperti memanfaatkan barang-barang bekas, pipet untuk membuat hiasan ruangan dan membuat pesawat dari botol bekas. Semua hasil karya dipajang di setiap kelas sebagai hiasan yang menarik.

Kegiatan lain yang dilakukan untuk menunjang pendidikan adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan yang diprogramkan sekolah separti latihan koor, senam bersama dan kerja bakti.

 

 

Peliput dan Penulis : Mahasiswa Magang 1 di TK Santo Gabriel Leda

Editor : Ayu Anwar

Foto-Foto:

 

Descargar musica