Navigate / search

Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru PAUD STKIP St. Paulus Ruteng Mengikuti Yudisium Semester Genap 2017/2018

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru PAUD (Prodi PG PAUD) mengikuti yudisium semester genap 2017/2018 di aula missio STKIP St. Paulus Ruteng pada Sabtu (30/6/2018). Ketua Prodi PG PAUD dan staf pengajar juga tampak pada kesempatan tersebut. Acara dibuka oleh Ketua Prodi PG PAUD, Rm. Stephanus Turibius Rahmat, S.Fil., M.Pd.

Romo Stef Rahmat dalam kesempatan tersebut mengumumkan mahasiswa yang meraih juara umum. Perolehan IP tertinggi atau yang meraih juara I umum di tingkat prodi diraih oleh Yuliana J. K. Sawang dengan IP akhir 3,84, juara II diraih oleh Melania M. Kongen dengan IP akhir 3,81. Keduanya merupakan mahasiswa tingkat 2A, sedangkan  juara III diraih oleh Mersi L. Pongkiding mahasiswa tingkat 3C dengan IP 3,74.

Selain mengumumkan mahasiswa yang meraih juara umum, beliau juga menyampaikan agar mahasiswa berjuang lebih serius, lebih aktif dalam kegiatan akademik dan ekstrakurikuler. Para dosen khususnya para Pendamping Akademik (PA) diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar memperoleh prestasi akademik dan nonakademik yang lebih baik pada semester-semester selanjutnya.

Sebagai penutup, Rm. Stef mengundang mahasiswa yang meraih juara umum untuk menerima sertifikat penghargaan. Para juara juga mendapatkan kesempatan untuk mengabadikan momen istimewa tersebut dengan berfoto bersama Ketua Prodi dan para dosen Pendidikan Guru PAUD. Selanjutnya, yudisium kelas dilanjutkan oleh masing-masing PA di ruangan yang telah ditentukan.

 

Foto-Foto:


Para Mahasiswa Mengikuti Yudisium 

Yudisium Mahasiswa Angkatan Pertama Prodi PG PAUD, Antonia A. Daman Raih Cumlaude dengan IP 3,85

Mahasiswa tingkat empat Program Studi Pendidikan Guru PAUD (Prodi PG PAUD) sejumlah 22 orang mengikuti yudisium di ruangan Van Bekum 1 STKIP St. Paulus Ruteng pada Sabtu (30/6/2018). Dihadiri Ketua Prodi PG PAUD dan para dosen serta pegawai. Acara dibuka oleh Ketua Prodi PG PAUD, Rm. Stephanus Turibius Rahmat, S.Fil., M.Pd.

Pada kesempatan tersebut, Romo Stef selaku Ketua Prodi PG PAUD mengucapkan selamat dan sukses kepada para mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Romo Stef juga menyampaikan terima kasih karena sudah mempercayakan para dosen dan prodi PG PAUD sebagai tempat untuk menimba ilmu.

Sementara itu, perolehan IP tertinggi diraih oleh Antonia Anastasia Daman dengan IP 3,85 dan nilai skripsi A. Selain Daman, 5 mahasiswa lain juga meraih predikat cumlaude.  Dari 22 mahasiswa yang diyudisium, 6 meraih cumlaude, 14 sangat memuaskan dan 2 memuaskan. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Prodi PG PAUD.

“Kalian sudah berjuang semaksimal mungkin. Hari ini kalian boleh memetik hasil dari apa yang sudah kalian tanam selama berada di lembaga ini. Saya dan rekan-rekan dosen turut merasa bangga dengan prestasi kalian. Semoga ilmu dan pengalaman serta keterampilan yang kalian peroleh selama di sini, dapat kalian amalkan di manapun kalian berada,” demikian Romo Stef mengakhiri sambutannya.

“Terima kasih untuk Romo dan para dosen yang sudah setia dan sabar membimbing kami selama kami berada di lembaga ini. kami merasa bangga dan senang bisa menjadi bagian dari Prodi PG PAUD. Semoga kedisiplinan dan aturan serta kegiatan-kegiatan yang mendukung kreativitas mahasiswa tetap dipertahankan dengan baik. Kami sudah merasakan manfaatnya, meskipun awalnya kami sering menggerutu dan terkesan berat hati mengikuti aturan dan tata tertib di Prodi PG PAUD. Akhirnya, mewakili teman-teman, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk semua kesalahan yang pernah kami buat,” demikian yang disampaikan Daman ketika  didapuk untuk menyampaikan sapatah dua kata mewakili para mahasiswa.

Sebagai penutup, Rm. Stef mengundang 22 mahasiswa untuk mengabadikan momen istimewa tersebut dengan berfoto bersama Ketua Prodi dan para dosen serta pegawai  Prodi Pendidikan Guru PAUD.

 

Foto-Foto

Seminar Nasional Prodi PG PAUD STKIP St. Paulus Ruteng Hadirkan Praktisi dan Penulis Buku Sekaligus Dosen S2 dan S3 PAUD Universitas Negeri Jakarta

Program Studi Pendidikan Guru PAUD (PG PAUD) mengadakan seminar nasional dengan tema “Pendidikan Holistik Integratif Bagi Anak Usia Dini” di aula Missio STKIP Santu Paulus Ruteng pada Sabtu (21/4/2018).

Sebelum kegiatan seminar dimulai, rombongan yang terdiri dari para pemateri diterima dengan “tuak kepok” dan disambut oleh Dr. Yohanes S. Lon, M.A. selaku Ketua Sekolah, Stephanus T. Rahmat, S.Fil.,M.Pd selaku Ketua Prodi PG PAUD beserta para dosen.

Kemudian, pemateri beserta rombongan diantar menuju ke ruang seminar diiringi para penari yang membawakan “tari tiba meka.”

Menghadirkan pemateri utama,  Dr. Yuliani Nurani, M.Pd, selaku Dosen Prodi S1 PG-PAUD dan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, peneliti, pengembang disain pembelajaran dan penulis buku PAUD dan kependidikan lainnya.

Dua pemateri lain merupakan dosen internal kampus, yakni Primus Domino, M.Si. yang juga menjabat sebagai Puket 2 dan Fransiskus de Gomes, S.Fil., M.Pd., dosen prodi PG PAUD STKIP St. Paulus Ruteng.

Ketua Prodi PG PAUD, Stephanus T. Rahmat, S. Fil.,M.Pd dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para pemateri yang telah berkenan hadir memenuhi undangan untuk berbagi ilmu dan pengetahuan yang dimiliki dengan seluruh civitas akedemika prodi PG PAUD.

Dr. Yohanes S. Lon, M.A. selaku Ketua STKIP Santu Paulus Ruteng pada kesempatan yang sama membuka rangkaian kegiatan seminar Nasional dan menyampaikan apresisasi setinggi-tingginya kepada Prodi PG PAUD yang telah menyelenggarakan kegiatan seminar nasional. Apresiasi juga disampaikan kepada para pemateri yang telah dengan susah payah menyiapkan materi seminar.

Awal seminar, Gomes menyampaikan materi dengan judul “Implementasi Pengembangan Anak Usia Dini Secara Holistik Integratif Melalui Pendidikan Hidup Berkeluarga, Parental Educational, dan Parental Guidance Service”.

Pemateri kedua, Primus Domino, M.Si, menyampaikan materi seminar dengan judul “Kekerasan: Pola Asuh Pilihan Orang Tua Terhadap Anak di Manggarai”.

Sebagai pemateri Utama, Dr. Yuliani menyampaikan materi dengan judul “Pendidikan Holistik Integratif bagi Anak Usia Dini”.

Ibu Yuli, demikian beliau disapa, mengemukakan bahwa “pengembangan anak usia dini holistik dan integratif adalah pengembangan anak usia dini yang dilakukan berdasarkan pemahaman untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling berkait secara simultan dan sistematis.”

Holistik artinya penanganan anak usia dini secara utuh (menyeluruh) yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, dan perlindungan, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak. Sedang Integratif/Terpadu artinya penanganan anak  usia dini dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah, dan pusat.

Lebih lanjut beliau menyampaikan, “PAUD Holistik Integratif adalah penanganan anak usia dini secara utuh (menyeluruh) yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, dan perlindungan, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah, dan pusat.”

Tujuan umum Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif adalah terselenggaranya layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif menuju terwujudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia.

Tujuan khusus Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif adalah terpenuhinya kebutuhan esensial anak usia dini secara utuh meliputi kesehatan dan gizi, rangsangan pendidikan, pembinaan moral-emosional dan pengasuhan sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai kelompok umur.

Tujuan khusus lainnya yaitu terlindunginya anak dari segala bentuk kekerasan, penelantaran, perlakuan yang salah, dan eksploitasi di manapun anak berada dan  terselenggaranya pelayanan anak usia dini secara terintegrasi dan selaras antar lembaga layanan terkait, sesuai kondisi wilayah

Terwujudnya komitmen seluruh unsur terkait yaitu orang tua, keluarga, masyarakat, Pemerintah dan Pemerintah Daerah, dalam upaya Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif merupakan tujuan khusus yang terakhir.

Rancangan PAUD holistik dan integratif dapat dilakukan  melalui beberapa tahap seperti Perencanaan, Pelaksanaan penyelenggaraan PAUD holistik dan integratif meliputi beberapa kegiatan, yaitu Kegiatan Pembelajaran,  Layanan Kesehatan dan Gizi yang meliputi Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Seimbang, Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (DDTK), Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pengasuhan dan Perawatan, Perlindungan Anak, Parenting atau pendidikan keorangtuaan bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada orang tua tentang cara mendidik, merawat dan mengasuh anak usia dini secara tepat.

Kegiatan parenting diharapkan dapat mewujudkan adanya keselarasan (sinkronisasi) antara pendidik dan orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak. Kegiatan parenting dapat dilakukan melalui berbagai jenis, di antaranya kelompok pertemuan orang tua, kelas orang tua, keterlibatan orang tua di kelas, keterlibatan orang tua pada kegiatan di luar kelas, kunjungan ke rumah peserta didik, dan konsultasi dengan ahli yang  terkait dengan anak usia dini.

Standar PAUD bertujuan menjamin mutu pendidikan anak usia dini dalam rangka memberikan landasan untuk melakukan stimulan pendidikan dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangan anak, mengoptimalkan perkembangan anak secara holistik dan integratif; dan mempersiapkan pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak.

Ibu Yuli mengakhiri seminar dengan sebuah pesan, “Keterpaduan pembelajaran anak usia dini menjadi lebih indah dan harmonis apabila guru memiliki motivasi dan kreativitas dalam mengorkestrasikan pembelajarannya dengan cara yang ditawarkan oleh Quantum Teaching, yaitu “Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka sehingga akan menjadi dunia kita bersama …!”

 

Foto-Foto :

Ibu Yuli sedang Menyampaikan Materi
Ibu Yuli sedang Menyampaikan Materi
Ibu Yuli Disambut dengan “Tuak Kepok”
Ibu Yuli Disambut dengan “Tuak Kepok”
Para Peserta Sangat Antusias Mengikuti Seminar
Para Peserta Sangat Antusias Mengikuti Seminar

 

 

Pelantikan Ketua STKIP Santu Paulus Ruteng 2018-2022, Romo Alfons: “Seorang Pemimpin Hendaknya Memiliki Jiwa Melayani”

Segenap sivitas akademika STKIP Santu Paulus Ruteng menghadiri pelantikan Ketua Sekolah periode 2018-2022 pada Selasa (20/2/2018) di Aula Missio STKIP Santu Paulus Ruteng.

Hadir dalam kesempatan yang sama, RD Gerardus Janur, selaku Ketua Yayasan Santu Paulus Ruteng, pengurus Yaspar serta para undangan dari berbagai instansi dan kalangan. Acara pelantikan diawali dengan perayaan ekaristi pelantikan pada pukul 8.30-10.00 dipimpin oleh Romo Alfons Segar, Pr.

Melalui kotbah yang disampaikan Romo Alfons menyampaikan bahwa, “Seorang pemimpin harus memiliki jiwa melayani seperti Yesus sendiri”. Lebih lanjut dikatakan, “Melalui pelayanan seorang pemimpin menghadirkan Kristus”.

Setelah perayaan ekaristi dilanjutkan dengan upacara pelantikan. Segenap rombongan badan pembina, pengurus, dan pengawas Yayasan Santu Paulus Ruteng dan Ketua STKIP Santu Paulus Ruteng memasuki ruangan pelantikan. Kemudian, rombongan dan hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Guru.

Pembacaan Surat Keputusan pengangkatan Ketua STKIP periode 2018-2022 dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Dr. Yohanes Servatius Lon, M.A. sebagai Ketua STKIP periode 2018-2022 sekaligus pembacaan dan penandatanganan berita acara pelantikan serta serah terima jabatan dari plt. Ketua STKIP kepada Ketua STKIP periode 2018-2022.

Descargar musica