Prodi PG PAUD Akhiri Pelaksanaan Bulan Kreativitas sekaligus Rayakan Ulang Tahun ke-5 dengan Perayaan Ekaristi

Program Studi Pendidikan Guru PAUD (Prodi PG PAUD) mengadakan berbagai perlombaan dalam menyambut bulan kreativitas mahasiswa. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Fransiskus de Gomes, S.Fil., M.Pd. selaku Ketua Prodi pada Sabtu (13/10/2018) di Aula Missio STKIP St. Paulus Ruteng, dihadiri oleh dosen, pegawai, dan mahasiswa Prodi PG PAUD.

Melalui sambutannya, Ketua Prodi PG PAUD menyampaikan, “Terlaksananya bulan kreativitas mahasiswa sebagai kesempatan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kreativitas mahasiswa dan menciptakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat dalam banyak hal terutama dalam pembelajaran anak usia dini.”

Lebih lanjut beliau katakan bahwa berbagai lomba yang diadakan dipersiapkan untuk menjaring mahasiswa berprestasi yang akan diikutkan dalam pemilihan mahasiswa berprestasi di tingkat lembaga.

Mengusung tema “Menjadi Guru PAUD yang Kreatif, inovatif, dan berdaya saing menghadapi pendidikan abad 21”, beberapa mata lomba yang diadakan yaitu PKM GT dan AI, pembuatan APE, Penyusunan buku cerita bergambar, bercerita menggunakan media, senam si buyung, pidato, dan debat ilmiah.

Perlombaan ini mulai dilaksanakan Sabtu (13/10/2018) dimulai dengan lomba bercerita menggunakan media, pidato, debat ilmiah dan pembuatan APE. Senam si Buyung, PKM GT dan AI serta membuat buku cerita bergambar dilaksanakan pada Sabtu (20/10/2018).

Seluruh rangkaian kegiatan perlombaan ditutup dengan perayaan ekaristi pada Sabtu (27/10/2018) pukul 15.00 WITA sekaligus merayakan Ulang tahun Prodi Pendidikan Guru PAUD yang ke-5 tanggal 25 Oktober lalu.

Perayaan ekaristi yang dipimpin Ptr. Oswaldus Bule, SVD berlangsung meriah dan penuh khidmat diiringi koor dan tarian yang dibawakan oleh mahasiswa Prodi PG PAUD. Pater Os dalam khotbahnya menyampaikan, “Selamat untuk Prodi PG PAUD atas ulang tahun ke-5. Semoga di usia yang baru semakin jaya dan sukses dan bisa menjadi guru PAUD yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing.”

Setelah perayaan ekaristi, dilanjutkan dengan pembacaan juara 1-3 dari setiap mata lomba, pemotongan kue ulang tahun, dan diakhiri makan bersama.

Penulis: Ayu Anwar

Foto-Foto:

Hadirkan Asesor dan Sekretaris BAN PNF Pusat, Prodi PG PAUD STKIP St. Paulus Ruteng Adakan Workshop

Program Studi Pendidikan Guru PAUD (PG PAUD) mengadakan workshop dengan tema “Guru Sebagai Pengembang Kurikulum” di aula Missio STKIP Santu Paulus Ruteng pada Senin (15/10/2018).

Sebelum kegiatan dimulai, narasumber diterima dengan “tuak kepok” dan disambut oleh Fransiskus de Gomes, S.Fil.,M.Pd selaku Ketua Prodi PG PAUD dan Dr. Yohanes S. Lon, MA selaku Ketua STKIP beserta para dosen.

Narasumber beserta rombongan diantar menuju ke ruang seminar disambut dengan tarian “tiba meka.”

Ketua Prodi PG PAUD, Fransiskus de Gomes, S.Fil.,M.Pd dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting terkait pemilihan tema, yakni kedudukan kurikulum sebagai komponen utama pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, fungsi dan peran guru dalam kurikulum, pengembangan dan implementasi kurikulum pada konteks lembaga PAUD yang ada di Kabupaten Manggarai.

Selain itu, beliau juga menyampaikan alasan diadakannya workshop , yakni “Workshop ini dibuat dengan tujuan membekali peserta sekalian dengan kompetensi pengembangan kurikulum PAUD yang operasional. Kompetensi ini tentu saja penting, mengingat kondisi kurikulum PAUD kita yang masih perlu dibenahi bersama. Jika sebelumnya selalu melaksanakan kegiatan berskala nasional dalam bentuk seminar, maka kali ini dibuat dalam bentuk workshop. Langkah ini tentu saja diambil dengan pertimbangan yang matang, yakni bahwa upaya meningkatkan kompetensi pengembangan kurikulum PAUD menjadi satu usaha yang urgen untuk konteks kita. Alasan lainnya adalah mengakomodir saran peserta kegiatan seminar nasional pada tahun akademik sebelumnya, yakni hasil kegiatan seminar sebagaimana dibuat sebelumnya sulit untuk diimplementasikan dalam konteks real. Peserta membutuhkan format kegiatan yang bersifat langsung praktik.”

Sementara itu, Dr. Yohanes S. Lon, M.A. selaku Ketua STKIP Santu Paulus Ruteng pada kesempatan yang sama membuka rangkaian kegiatan workshop Nasional dan menyampaikan apresisasi setinggi-tingginya kepada Prodi PG PAUD yang telah menyelenggarakan kegiatan workshop berskala nasional. Apresiasi juga disampaikan kepada narasumber yang telah dengan susah payah menyiapkan materi workshop.

Workshop kali ini menghadirkan narasumber,  Dr. Irma Yuliantina, M.Pd, selaku asesor dan sekretaris BAN PNF pusat.

Dalam pemaparan materinya, Ibu Irma menyampaikan beberapa hal penting yaitu, “Anak bisa belajar sesuatu jika gurunya juga memiliki pengetahuan. Jika ingin agar anak memiliki pengetahuan yang banyak maka guru juga harus memiliki pengetahuan yang banyak dengan cara menggali pengetahuan sebanyak mungkin dan mengikuti pelatihan-pelatihan kompetensi agar mampu meningkatkan kualitas pengajaran kita sebagai guru yang memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai arus zaman”.

Lebih lanjut beliau katakan, “Guru bukan hanya pengguna tetapi pengembang dan desainer kurikulum, oleh karena itu guru diharapkan mampu memanfaatkan kearifan lokal dalam mengembangkan isi kurikulum. Kurikulum 2013 adalah kurikulum nasional yang dijadikan sebagai acuan guru dalam mengembangkan kurikulum operasional, yakni KTSP”.

Beliau juga menyampaikan bahwa, “Pendekatan yang kita gunakan, misalnya Highscope dengan model sudut, BCCT dengan model area, Montessori dengan model sentra, dan Reggio Emilia yang memanfaatkan lose part, disesuaikan dengan karakteristik, situasi, dan kondisi lembaga sehingga kurikulum operasional di setiap lembaga pasti saja berbeda satu dengan lainnya. Pendekatan yang dipilih untuk diimplementasikan di sekolah sebaiknya dipahami betul oleh guru sehingga perencanaan yang dibuat tersusun dengan baik dan perkembngan anak yang diinginkan sesuai usia tercapai”.

 

Foto-Foto:

Prodi Pendidikan Guru PAUD Mengadakan Bina Akrab Ilmiah 2018

Bina Akrab Ilmiah Prodi Pendidikan Guru PAUD dilaksanakan pada Sabtu (29/9/2018) dan Minggu (30/9/2018) di STKIP St. Paulus Ruteng. Kegiatan ini melibatkan seluruh mahasiswa tingkat I sampai IV, para alumni serta para dosen Prodi Pendidikan Guru PAUD.

Kegiatan hari pertama diisi dengan beberapa permainan yang bertujuan meningkatkan persaudaraan serta saling mengenal antarmahasiswa dari setiap angkatan. Permainan yang dilaksanakan yaitu permainan ulat bulu, permainan mengikuti kata, dan permainan bola dangdut ceria.

Sementara itu, hari kedua diawali  dengan misa dan pengukuhan pengurus Ikatan Alumni Program Studi PG PAUD. Setelah misa, dilanjutkan dengan penyampaian program kerja masing-masing bidang, serta kegiatan apa saja yang telah dilakukan selama tahun ajaran sebelumnya oleh Ketua Prodi dan semua dosen yang terlibat sebagai koordinator dan moderator. Penyampaian program kerja ditutup dengan makan siang bersama di aula Missio STKIP Santu Paulus Ruteng.

Kegiatan ini diharapkan menjadikan seluruh warga Prodi Pendidikan Guru PAUD merasa memiliki dan juga menjadikan Prodi Pendidikan Guru PAUD seperti rumah sendiri. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Fransiskus de Gomes, S.Fil., M.Pd. selaku Ketua Prodi dalam kata sambutannya, “Sebagai keluarga besar program studi Pendidikan Guru PAUD kita semua diharapkan untuk menjadikan Prodi ini sebagai rumah kita bersama dan membangunnya menjadi Prodi yang hebat sesuai dengan visi dan misinya”.

Selain itu, Theresia A. Sum, M.Pd. selaku moderator HMPS juga menyampaikan, “Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan melalui kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, dapat menumbuhkan mental-mental dan karakter yang disiplin, jujur, cerdas, tangguh dan peduli, serta berdampak positif bagi individu mahasiswa dalam menjalani pendidikan dan kehidupan di masa yang akan datang”.

 

 

Penulis : Ani Sum

Editor    : Ayu Anwar

Foto-Foto:

 


Pengukuhan pengurus Ikatan Alumni Prodi

PG PAUD STKIP St. Paulus Ruteng

Guru Sebagai Pengembang Kurikulum PAUD

Segenap dosen dan mahasiswa Program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini mengikuti Seminar Ilmiah Dosen  dengan tema “Guru Sebagai Pengembang Kurikulum PAUD” pada Sabtu (22/9/2018), di aula Van Roosmalen 12 STKIP santu Paulus Ruteng.

Hadir sebagai pemateri, Felisitas Ndeot, M.Pd., Beata Palmin, M.Pd., Gervasius Adam, M.Or. dan Petrus Redy Partus Jaya, S.Fil., M.Pd. Selain keempat pemakalah, hadir pula Fransiskus de Gomes, S. Fil., M.Pd. selaku Ketua Prodi PG PAUD dan Stephanus T. Rahmat, S.Fil., M.Pd. selaku Ketua Pelaksana kegiatan seminar ilmiah dosen.

Felisitas melalui makalahnya yang berjudul “Pentingnya pengembangan kurikulum di PAUD” menekankan tentang kurikulum harus selaras zaman. Oleh karena itu, kurikulum perlu dikembangkan dan disesuaikan sehingga anak mampu hidup dan berprestasi sesuai zamannya. Kurikulum 2013 PAUD mampu menjawabi kebutuhan dan tantangan zaman yang dihadapi oleh anak di satuan PAUD. Dengan pendekatan scientifik, kurikulum ini dianggap sebagai sebagai kurikulum yang utuh/lengkap, sesuai, inovatif, kontekstual dan menjawabi kebutuhan dan kemampuan anak untuk bisa bersaing tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga tingkat nasional bahkan internasional.

Selanjutnya, Beata melalui makalah dengan judul “Kurikulum operasional di PAUD (KTSP) dalam kerangka Kurikulum Nasional 2013 PAUD” menyampaikan bahwa kurikulum 2013 PAUD tidak dapat dipisahkan dari KTSP PAUD. Kurikulum 2013 melengkapi KTSP PAUD sebelumnya. Implementasi K-2013 PAUD bersifat terbuka artinya memberi peluang kepada daerah dan satuan pendidikan untuk memperkaya kurikulum sesuai dengan karakteristik daerah atau satuan PAUD. Kurikulum yang dimaksudkan itu adalah KTSP PAUD.  Satuan PAUD perlu mengembangkan KTSP PAUD karena KTSP sebagai pedoman penyelenggaraan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Hal penting yang harus diperhatikan dalam mengembangkan KTSP PAUD adalah keragaman geografis, keragaman potensi sumber daya (mc dan alamnya), ketersediaan sarana dan prasarana yang berbeda antar satuan pendidikan, keragaman latar belakang dan kondisi sosbud serta karakteristik lembaga.

“Pengembangan tema dalam Pembelajaran AUD” merupakan judul yang dibahas oleh Gervasius. Guru yang selaras zaman adalah guru yang kreatif. Dalam pengembangan kurikulum, guru PAUD tidak hanya sebagai user (pengguna) kurikulum tetapi juga sebagai desainer (perancang) kurikulum. Salah satu bentuk implementasi guru kreatif dalam mengembangkan kurikulum adalah dengan melakukan pengembangan tema dalam pembelajaran di PAUD. Empat aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan tema yaitu kedekatan, kesederhanaan, kemenarikan dan keinsidentalan.

Petrus Jaya sebagai pemakalah keempat membawakan materi tentang “Pengolahaan hasil penilaian PAUD”. Dalam konteks peran guru sebagai pengembang kurikulum, peran guru tidak hanya sebagai pengembang perencanaan, pengembang pelaksanaan tetapi juga sebagai pengembang penilaian dalam pembelajaran. Sebagai pengembang penilaian dalam pembelajaran, guru PAUD harus memiliki kemampuan mengolah hasil penilaian PAUD. Penilaian di PAUD berbeda dengan penilaian di satuan pendidikan yang lebih tinggi. Penilaian di PAUD dilakukan dalam periode harian, mingguan, bulanan, dan semesteran. Pada setiap periode penilaian, guru perlu merekam perilaku anak. Rekaman yang dibuat juga dalam bentuk rekaman harian, mingguan, dan semesteran.

Di akhir seminar, Adriani Tamo Ina Talu, M.Pd. selaku moderator menyimpulkan bahwa di tengah derasnya arus zaman yaitu perkembangan dan perubahan dalam pelbagai bidang ilmu, pengetahuan, dan teknologi, guru zaman now dituntut tidak hanya sebagai user (pengguna) kurikulum tetapi juga sebagai developer (pengembang). Guru sebagai pengembang kurikulum memiliki kewenangan dalam mendesain sebuah kurikulum. Guru bukan saja dapat menentukan tujuan dan isi pelajaran yang disampaikan akan tetapi juga dapat menentukan strategi apa yang harus dikembangkan serta bagaimana mengukur keberhasilannya. Sebagai pengembang kurikulum sepenuhnya guru dapat menyusun kurikulum sesuai dengan karakteristik, visi dan misi sekolah serta sesuai dengan pengalaman belajar yang dibutuhkan siswa.

 

Penulis : Ayu Anwar

Foto-Foto:

KERJA KITA, PRESTASI BANGSA

Kegiatan Bakti Sosial yang dirintis Para Mahasiswa KKN dari STKIP Santu Paulus Ruteng ibarat oase di tengah gurun. Betapa tidak, jalan yang dulunya ditumbuhi pepohonan liar dan semak belukar tak terawat, kini di tata secara rapi sepanjang 3,5 km dari lokasi jalan aspal jurusan Kampung Piso menuju perbatasan Desa To’e. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 Agustus 2018 ini juga dihadiri masyarakat dari RT.002/RW.001 Desa Paralando, termasuk kegiatan Bakti Sosial sekelompok ibu-ibu yang turut berpartisipasi membersihkan Gereja Stasi yang berada di Dusun Piso belum lama ini. Continue reading “KERJA KITA, PRESTASI BANGSA”