Navigate / search

KOMPETENSI GURU DALAM MEMBUAT PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK

Salah satu tim Pengembangan Kreativitas Mahasiswa dalam Penelitian (PKM-P) Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Santu Paulus Ruteng telah melakukan penelitian tentang “Kesulitan Guru PAUD di Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai dalam membuat penilaian perkembangan anak (siswa). Penelitian yang dibuat pada tanggal 8 Januari sampai dengan 12 Februari 2018 ini mengambil sampel guru-guru PAUD yang berjumlah 32 orang. Jenis penelitian yang dibiayai oleh LPPM STKIP Santu Paulus Ruteng ini adalah deskriptif kualitatif. Selengkapnya

Lokakarya Peninjauan Kurikulum Prodi PG PAUD STKIP St. Paulus Ruteng Datangkan Sekretaris Asosiasi PG PAUD Indonesia

Program studi Pendidikan Guru PAUD mengadakan lokakarya peninjauan kurikulum selama dua hari, yakni Sabtu (17/3/2018) dan Minggu (18/3/2018) di ruangan micro teaching STKIP St. Paulus Ruteng.

Lokakarya hari pertama dihadiri oleh Ketua Sekolah, Ketua P3AI serta para dosen Prodi PG PAUD.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Rachma Hasibuan, M.Kes., selaku Ketua Jurusan Prodi PG PAUD Universitas Negeri Surabaya, sekaligus Sekretaris Asosiasi Program Studi PG PAUD se-Indonesia.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 WITA yang diawali dengan penyambutan narasumber dilanjutkan dengan doa, sambutan dari ketua prodi dan ketua P3AI, serta sambutan dari Ketua Sekolah sekaligus membuka kegiatan lokakarya secara resmi.

Romo Stef, selaku Ketua Prodi PG PAUD menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang sudah meluangkan waktu dan berharap dapat membagikan pengetahuan dan pengalaman demi perbaikan dan pengembangan kurikulum Prodi PG PAUD STKIP St. Paulus Ruteng.

Hal senada juga disampaikan oleh Mikael Nardi, M.Pd. selaku Ketua P3AI dan Dr. Yohanes S. Lon, M.A., selaku Ketua Sekolah.

Romo Jhon menyampaikan Kurikulum disusun untuk menjawab tantangan dan peluang di era globalisasi dan pembaharuan kurikulum dilakukan secara sengaja agar dapat menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pengguna lulusan serta sesuai dengan perkembangan teknologi.

Mengakhiri sambutannya, beliau menyampaikan keyakinan bahwa Ibu Rachma akan memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman bagi peserta lokakarya dan memberikan kemajuan bagi pengembangan kurikulum Prodi PG PAUD.

 

Penulis : Ayu Anwar

Foto

Penyambutan Dr. Rachman Hasibuan,M.Kes.
Penyambutan Dr. Rachman Hasibuan,M.Kes.

 

Pendidikan Holistik Integratif Bagi Anak Usia Dini

Segenap dosen dan mahasiswa Program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini mengikuti Seminar Ilmiah Dosen  dengan tema “Pendidikan Holistik Integratif Bagi Anak Usia Dini”, pada Jumat (16/3/2018), di aula Missio STKIP santu Paulus Ruteng.

Tampil sebagai pemateri, Elisabeth Sarinastitin, M.Pd. yang berbicara tentang “Pendidikan Holistik Integratif untuk Pembentukan Karakter Anak Usia Dini” dan Emilia G.M. Taran, M.Pd yang berbicara tentang “Memahami Anak Berkebutuhan Khusus dalam Konsep Pendidikan Holistik Integratif di Satuan PAUD”.

Kedua pemateri menekankan pada pentingnya pendidikan holistik integratif bagi anak usia dini baik dalam pembentukan karakter anak usia dini ataupun dalam pemberian stimulasi bagi perkembangan anak berkebutuhan khusus.

Ibu sarinastitin menyampaikan bahwa, “Pendidikan integratif merupakan pendidikan yang menyatakan keseluruhan yang menjadi dasar untuk pembentukan karakter. Pembentukan karakter ini ditentukan oleh keterlibatan banyak pihak, baik sekolah ataupun masyarakat khususnya orang tua dan lingkungan tempat tinggal anak.

Keluarga merupakan lingkungan belajar pertama yang diperoleh anak dan akan menjadi fondasi yang kuat untuk membentuk karakter anak.”

Selanjutnya, Ibu Emilia menyampaikan, “Pendidikan holistik integratif diberikan dalam menstimulasi perkembangan anak berkebutuhan khusus di mana anak berkebutuhan khusus adalah pribadi yang layak dan berhak mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak normal pada umumnya. Dalam hal ini para calon guru PAUD diharapkan dapat memberikan pelayanan yang sesuai demi tercapainya tujuan pendidikan.”

 

Peliput dan Penulis : Ani Sum dan Ayu Anwar

Foto-Foto:

Para Mahasiswa Tampak Serius Mengikuti Jalannya Seminar
Para Mahasiswa Tampak Serius Mengikuti Jalannya Seminar
Salah Satu Mahasiswa, Mikael Gunawan, Mengajukan Pertanyaan Kritis kepada Para Pemateri
Salah Satu Mahasiswa, Mikael Gunawan, Mengajukan Pertanyaan Kritis kepada Para Pemateri

 

Magang 2 di TKK Wejang Asi, Maria Goreti: “Sebelum Berada di Depan Anak-Anak, Lakukan Latihan di Depan Cermin”

Penyerahan mahasiswa magang 2 sebanyak lima orang di TKK Wejang Asi Mano, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur dilaksanakan pada Senin (5/2/2018).

Tujuan dari kegiatan magang 2 adalah untuk memantapkan kompetensi mahasiswa magang dalam menyusun atau merancang perangkat pembelajaran, mengembangkan media, materi dan alat evaluasi.

Selama satu minggu pertama, mahasiswa magang melakukan pengamatan terhadap perangkat dan kegiatan pembelajaran di sekolah.

Pada Sabtu (10/2/2018) peserta magang melaksanakan senam ceria bersama dan menyanyikan lagu MARS PAUD. Anak-anak terlihat senang dan ceria selama kegiatan berlangsung.

Penyusunan perangkat pembelajaran untuk digunakan dalam pembelajaran mulai  dilaksanakan pada Senin (12/2/2018) dibantu oleh Guru Pembimbing Magang. Perangkat pembelajaran berupa RPPH dan media dibuat sesuai dengan tema dan subtema pembelajaran.

Kegiatan lain yang dilaksanakan adalah merayakan valentine. Valentine yang seharusnya dirayakan pada tanggal 14 Februari baru dirayakan oleh anak-anak TKK Wejang Asi pada Sabtu (17/2/2018).

Anak-anak datang ke sekolah sambil membawa kado. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu ceria anak, kemudian salam persahabatan dan diakhiri dengan tukar kado. Elan, salah satu anak TKK yang berusia 5 tahun menyampaikan, “merayakan hari Valentine yaitu berbagi kasih dan lebih menyayangi teman.”

Selanjutnya, kegiatan jalan sehat ke Pong Dode—hutan lindung yang berada tepat di depan biara susteran CB—diadakan pada Sabtu (24/2/2018). Anak-anak berjalan sambil tertawa riang didampingi oleh mahasiswa magang dan para guru.

Pelajaran penting yang dapat dipetik dari kegiatan ini yaitu mengajarkan kepada anak tentang pentingnya olahraga demi kesehatan dan siap siaga menjaga hutan lindung sebagai sumber mata air kehidupan.

Setelah melaksanakan kegiatan magang 2 selama satu bulan, pada Sabtu (3/3/2018) Ibu Elisabeth Sarinastitin selaku dosen pembimbing magang melakukan penarikan mahasiswa magang 2.

Maria Goreti, salah satu mahasiswa magang menyampaikan kesannya tentang magang 2 di TKK Wejang Asi Mano.

“Terlihat mudah menjadi seorang guru TKK. Padahal tidak. Ada begitu banyak keterampilan dan kompetensi yang perlu dilatih. Anak usia dini berbeda dengan anak usia SD. Anak usia dini polos dan apa adanya. Namun satu hal yang pasti sebelum berada di depan anak-anak, lakukan latihan di depan cermin,” ungkapnya sambil tertawa.

 

Peliput dan Penulis : Mahasiswa Magang 2 di TKK Wejang Asi Mano

Editor : Ayu Anwar

 

Foto-Foto:

Rangkaian Kegiatan Mahasiswa Magang 2 di TKK St. Familia Wae Nakeng Lembor

Mahasiswa tingkat IV Prodi Pendidikan Guru PAUD STKIP St. Paulus Ruteng berjumlah 109 orang melaksanakan kegiatan penyerahan magang 2 pada Senin (5/2/2018) di lembaga PAUD dan TK yang tersebar di tiga kabupaten yakni Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.

TKK St. Familia Wae Nakeng Lembor, Kecamatan Lembor menjadi salah satu sekolah tempat magang 2.

Mahasiswa yang melakukan magang di TK tersebut berjumlah 3 orang. Didampingi dosen pembimbing, Ibu Beata Palmin, M.Pd., para mahasiswa diterima oleh Sr. Marietis, CIJ selaku Kepala Sekolah TKK St. Familia Lembor.

Suster Marietis dalam sambutannya menyampaikan, “Kami menerima para mahasiswa peserta magang dengan senang hati. Kami berharap, kehadiran para mahasiswa dapat membantu kegiatan belajar di sekolah.”

Selanjutnya pada Rabu (21/2/2018) pukul 08.30-10.00 WITA dosen pembimbing melaksanakan kegiatan monitoring dengan mengamati proses pembelajaran di tiga kelas yakni: Kelompok Bermain, Kelompok B1 dan Kelompok B2. Adapun kegiatan monitoring yang dilakukan yakni.

Mahasiswa magang melakukan kegiatan alternatif berupa  kerja bhakti digereja St. Familia Wae Nakeng Lembor (Sabtu, 24/2/2018).

Selain itu, kegiatan alternatif lain yaitu membuat papan tema (Kamis, 1/3/2018) dan membuat bunga, kupu-kupu, boneka jari dari kain flanel serta  membuat hiasan gantung dari tutupan botol.

Kegiatan penarikan mahasiswa magang 2 dilaksanakan pada Sabtu (3/3/2018). Ibu Beata, selaku dosen pembimbing magang 2, pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Sr. Marietis yang telah menerima peserta magang dengan sangat baik.

 

Peliput: Mahasiswa Magang 2 di TKK St. Familia Lembor

Penulis: Ayu Anwar

Foto-foto

Descargar musica