Navigate / search

Pelatihan Jurnalistik Prodi PG PAUD: “Apa yang Terkatakan Segera Lenyap yang Tertuliskan Menjadi Abadi”

Pelatihan Jurnalistik Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Prodi PG PAUD) diadakan pada Sabtu (12/5/2018) di Aula Van Roosmalen 12 STKIP St. Paulus Ruteng.

Pelatihan ini diikuti oleh Ketua Prodi PG PAUD dan beberapa dosen serta 60 mahasiswa tingkat 1 sampai 3 dengan menghadirkan Bapak Fransiskus Obon sebagai fasilitator.

“Apa yang terkatakan segera lenyap, yang tertuliskan menjadi  abadi. Sebagai Mahasiswa tidak hanya membaca, tetapi juga menulis,” demikian yang disampaikan Romo Stef selaku Ketua Prodi PG PAUD dalam sambutannya.

Sementara itu, Maria Rahayu Anwar, M.Pd. selaku Koordinator Jurnalistik dan Publikasi sekaligus sebagai Ketua Panitia menyampaikan, “Kegiatan pelatihan jurnalistik mahasiswa dianggap sangat penting untuk dilaksanakan. Tujuannya agar para mahasiswa memperoleh pengetahuan dan pengalaman tentang dunia jurnalistik sehingga mahasiswa dapat menghasilkan karya jurnalistik yang dimuat pada buletin dan mading program studi setiap bulan. Harapannya, setelah memublikasikan karya-karya jurnalistik pada buletin dan mading pada prodi, para mahasiswa termotivasi untuk menulis pada media massa, baik cetak maupun online.”

“Menulis tidak punya teknik khusus. Menulis diibaratkan sebagai bercerita yang tiada habis. Tetapi akan lebih baik bila dapat dituangkan menjadi sebuah karya,” ujar Bapak Fransiskus  mengawali pelatihan.

Lebih lanjut beliau sampaikan, “Rumah membutuhkan kerangka agar dapat dibangun dengan baik. Seperti rumah, menulis juga membutuhkan kerangka agar memudahkan penulis dalam membuat suatu karya. Dengan kerangka tulisan, penulis dapat memperluas argument sesuai dengan poin-poin yang tertuang dalam kerangka.”

”Menulis tidak jatuh dari langit, menulis merupakan kebiasaan. Mading merupakan sarana dalam menyalurkan tulisan-tulisan terutama bagi para penulis pemula. Tidak hanya itu, penting bagi kita untuk membaca agar meningkatkan wawasan kebahasaan karena jika tidak menulis, tidak akan ada bacaan, karena apa yang kita baca akan menumpuk menjadi pengetahuan,” demikian Pak Frans memotivasi para peserta pelatihan.

Beberapa hal yang disampaikan pemateri meliputi tahapan dalam menulis sebuah karangan serta contoh-contoh karangan yang baik. Para mahasiswa juga langsung diberikan kesempatan dalam berdiskusi serta menulis karangan berupa opini dari masalah-masalah yang tengah dihadapi di daerah Manggarai.

Akhir kegiatan, Romo Stef berpesan, “Tidak ada istilah sulit. Ubahlah cara berpikir, karena kita merupakan motor penggerak bagi teman-teman yang lain. Mahasiswa seharusnya merasa beruntung karena diberikan kesempatan untuk hal-hal seperti ini.”

Kegiatan yang dilaksanakan kurang lebih tiga jam ini diakhiri dengan pemberian cinderamata oleh Ketua Program Studi Pendidikan Guru PAUD kepada Bapak Fransiskus Obon serta foto bersama.

 

Penulis            : Sri Inayati (Mahasiswa Prodi PG PAUD angkatan 2017D)

Editor             : Ayu Anwar

Foto-foto:

Peserta Tampak sedang Menyimak Pemaparan Materi
Peserta Tampak sedang Menyimak Pemaparan Materi
Fasilitator didampingi Ketua Prodi PG PAUD
Fasilitator didampingi Ketua Prodi PG PAUD
Ketua Prodi Menyerahkan Cinderamata kepada Fasilitator
Ketua Prodi Menyerahkan Cinderamata kepada Fasilitator
Peserta Pelatihan Jurnalistik dari Tingkat I
Peserta Pelatihan Jurnalistik dari Tingkat I
Peserta Pelatihan Jurnalistik dari Tingkat II
Peserta Pelatihan Jurnalistik dari Tingkat II
Peserta Pelatihan Jurnalistik dari Tingkat III
Peserta Pelatihan Jurnalistik dari Tingkat III

MAHASISWA SEMESTER VI MAGANG 1 DI PAUD SANTO PIO LANGKE MAJOK

Mahasiswa Tingkat III Semester 6 Program Studi Pendidikan Guru PAUD melaksanakan Program Magang 1. Mahasiswa program studi PG PAUD yang melaksanakan program magang 1 berjumlah 126 orang. Salah satu kelompok kerja (SKK) magang 9 yang berjumlah lima (5) orang melaksanakan program magang 1 di PAUD Santo Pio Langke Majok, Desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara. Para mahasiswa yang tergabung dalam SKK Magang 9 ini Gudelia Wusu, Vinsensiani Junita, Yohana K. Ursulina, Noviana Jimun, Rosyanti I. Setiawan. Selengkapnya

Kepala Sekolah TK Negeri Mano: “Guru PAUD Bukan karena Peluang Tetapi Panggilan Jiwa, Mencintai Profesi Bukan Imbalan”

Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Santu Paulus Ruteng melaksanakan kegiatan Magang 1 mulai 16 sampai 28 April 2018.

TK Negeri Mano Kecamatan Poco Ranaka Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu lembaga yang menjadi tempat Magang 1.

Kegiatan Magang 1 di TK Negeri Mano diikuti oleh 4 mahasiswi. Beberapa program yang dijalankan yaitu observasi kultur sekolah, kompetensi guru, kegiatan pembelajaran di kelas dan juga beberapa kegiatan tambahan lain seperti latihan senam ceria, gerak dan lagu, pembuatan APE seperti boneka tangan dari kaus kaki bekas, pesawat dari botol aqua bekas dan rakit dari pelepah pisang.

Dalam kurun waktu 2 minggu ini, banyak sekali pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh mahasiswi peserta magang. Salah satunya adalah mahasiswi mendapat motivasi yang sangat baik dari kepala sekolah.

“Guru PAUD bukan karena peluang tetapi panggilan jiwa,  mencintai profesi bukan  karena imbalannya,” ungkap  Ibu Irma selaku kepala sekolah TK Negeri Mano.

 

 

Penulis            : Katarina Sinrilyani Awul (Mahasiswa Prodi PG PAUD Angkatan 2015B )

Editor             : Ayu Anwar

Foto-foto:

Magang 1 di TK Negeri Reo, Mahasiswa: “Profesi Guru Bukan Sekadar Karir Melainkan Pengabdian”

Kegiatan magang 1 di TK Negeri Reo, Lingkungan Bari, Kelurahan Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai mulai dilaksanakan pada Senin (16/4/2018).

Para peserta magang atas nama Mersi L. Pongkiding, Benedikta V. Jurhaman, Yuliana Artika, dan Efradiana Sartika didampingi dosen pembimbng magang, Theresia A. Sum, M.Pd.  disambut oleh Ibu Maya selaku guru menggantikan Kepala Sekolah yang sedang mengikuti rapat dinas di Ruteng.

Ibu Theresia menyampaikan  harapan agar para guru di TK Negeri Reo dapat membimbing para mahasiswa.

Hal ini diaminkan Ibu Maya, “Baiklah kita saling mengisi, saling bertukar pikiran, kami membantu adik-adik mahasiswa dan begitu pula sebaliknya.”

Kegiatang Magang 1 ini akan dilangsungkan selama dua minggu (16 April 2018 – 27 April 2018) dengan kegiatan utama yaitu observasi yang berkaitan dengan kultur dan manajemen sekolah.

Meskipun demikian, peserta magang juga diarahkan untuk memiliki beberapa kegiatan tambahan demi terjalinnya kerja sama yang baik dengan pihak sekolah serta menambah pengetahuan dan keterampilan guru dan mahasiswa.

Beberapa kegiatan yang ditawarkan adalah membantu guru membersihkan kelas dan seluruh halaman sekolah, mendampingi anak dalam kegiatan baris berbaris, mengajarkan anak senam sehat ceria serta membantu guru dalam menyediakan media pembelajaran.

Peserta magang menyadari bahwa dalam melaksanakan magang tidak hanya mengerjakan item-item dari instrumen observasi, akan tetapi bagaimana membangun relasi dan kerja sama yang baik dalam setiap aktivitas.

Mersi, salah satu peserta magang menyampaikan, “TK Negeri Reo ini masih sangat sederhana dan masih sangat terbatas dalam hal fasilitas dan media pembelajaran. Namun, sekolah ini memiliki guru-guru yang tidak pernah kekurangan akal untuk berkreasi, sehingga menghasilkan kreativitas yang dapat membantu terlaksananya pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak.”

Kesan serupa disampaikan oleh Yane, salah satu peserta magang. Yane menyatakan, “Para guru di TK Negeri Reo bahkan rela mengeluarkan uang sendiri untuk menyediakan media pembelajaran.”

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman selama berada di TK Negeri Reo, para peserta magang melihat bahwa para guru menyadari profesinya sebagai suatu pengabdian bukan hanya sebagai karir semata.

Para mahasiswi peserta magang mengaku merasa senang bisa ditempatkan di TK Negeri Reo karena banyaknya pengalaman berharga yang mereka pelajari.

 

Peliput dan Penulis : Mersi L. Pongkiding (Mahasiswa Tingkat 3C Prodi PG PAUD)

Editor : Ayu Anwar

Foto-foto:

Descargar musica