Guru Sebagai Pengembang Kurikulum PAUD

Segenap dosen dan mahasiswa Program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini mengikuti Seminar Ilmiah Dosen  dengan tema “Guru Sebagai Pengembang Kurikulum PAUD” pada Sabtu (22/9/2018), di aula Van Roosmalen 12 STKIP santu Paulus Ruteng.

Hadir sebagai pemateri, Felisitas Ndeot, M.Pd., Beata Palmin, M.Pd., Gervasius Adam, M.Or. dan Petrus Redy Partus Jaya, S.Fil., M.Pd. Selain keempat pemakalah, hadir pula Fransiskus de Gomes, S. Fil., M.Pd. selaku Ketua Prodi PG PAUD dan Stephanus T. Rahmat, S.Fil., M.Pd. selaku Ketua Pelaksana kegiatan seminar ilmiah dosen.

Felisitas melalui makalahnya yang berjudul “Pentingnya pengembangan kurikulum di PAUD” menekankan tentang kurikulum harus selaras zaman. Oleh karena itu, kurikulum perlu dikembangkan dan disesuaikan sehingga anak mampu hidup dan berprestasi sesuai zamannya. Kurikulum 2013 PAUD mampu menjawabi kebutuhan dan tantangan zaman yang dihadapi oleh anak di satuan PAUD. Dengan pendekatan scientifik, kurikulum ini dianggap sebagai sebagai kurikulum yang utuh/lengkap, sesuai, inovatif, kontekstual dan menjawabi kebutuhan dan kemampuan anak untuk bisa bersaing tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga tingkat nasional bahkan internasional.

Selanjutnya, Beata melalui makalah dengan judul “Kurikulum operasional di PAUD (KTSP) dalam kerangka Kurikulum Nasional 2013 PAUD” menyampaikan bahwa kurikulum 2013 PAUD tidak dapat dipisahkan dari KTSP PAUD. Kurikulum 2013 melengkapi KTSP PAUD sebelumnya. Implementasi K-2013 PAUD bersifat terbuka artinya memberi peluang kepada daerah dan satuan pendidikan untuk memperkaya kurikulum sesuai dengan karakteristik daerah atau satuan PAUD. Kurikulum yang dimaksudkan itu adalah KTSP PAUD.  Satuan PAUD perlu mengembangkan KTSP PAUD karena KTSP sebagai pedoman penyelenggaraan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Hal penting yang harus diperhatikan dalam mengembangkan KTSP PAUD adalah keragaman geografis, keragaman potensi sumber daya (mc dan alamnya), ketersediaan sarana dan prasarana yang berbeda antar satuan pendidikan, keragaman latar belakang dan kondisi sosbud serta karakteristik lembaga.

“Pengembangan tema dalam Pembelajaran AUD” merupakan judul yang dibahas oleh Gervasius. Guru yang selaras zaman adalah guru yang kreatif. Dalam pengembangan kurikulum, guru PAUD tidak hanya sebagai user (pengguna) kurikulum tetapi juga sebagai desainer (perancang) kurikulum. Salah satu bentuk implementasi guru kreatif dalam mengembangkan kurikulum adalah dengan melakukan pengembangan tema dalam pembelajaran di PAUD. Empat aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan tema yaitu kedekatan, kesederhanaan, kemenarikan dan keinsidentalan.

Petrus Jaya sebagai pemakalah keempat membawakan materi tentang “Pengolahaan hasil penilaian PAUD”. Dalam konteks peran guru sebagai pengembang kurikulum, peran guru tidak hanya sebagai pengembang perencanaan, pengembang pelaksanaan tetapi juga sebagai pengembang penilaian dalam pembelajaran. Sebagai pengembang penilaian dalam pembelajaran, guru PAUD harus memiliki kemampuan mengolah hasil penilaian PAUD. Penilaian di PAUD berbeda dengan penilaian di satuan pendidikan yang lebih tinggi. Penilaian di PAUD dilakukan dalam periode harian, mingguan, bulanan, dan semesteran. Pada setiap periode penilaian, guru perlu merekam perilaku anak. Rekaman yang dibuat juga dalam bentuk rekaman harian, mingguan, dan semesteran.

Di akhir seminar, Adriani Tamo Ina Talu, M.Pd. selaku moderator menyimpulkan bahwa di tengah derasnya arus zaman yaitu perkembangan dan perubahan dalam pelbagai bidang ilmu, pengetahuan, dan teknologi, guru zaman now dituntut tidak hanya sebagai user (pengguna) kurikulum tetapi juga sebagai developer (pengembang). Guru sebagai pengembang kurikulum memiliki kewenangan dalam mendesain sebuah kurikulum. Guru bukan saja dapat menentukan tujuan dan isi pelajaran yang disampaikan akan tetapi juga dapat menentukan strategi apa yang harus dikembangkan serta bagaimana mengukur keberhasilannya. Sebagai pengembang kurikulum sepenuhnya guru dapat menyusun kurikulum sesuai dengan karakteristik, visi dan misi sekolah serta sesuai dengan pengalaman belajar yang dibutuhkan siswa.

 

Penulis : Ayu Anwar

Foto-Foto:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *