Navigate / search

Hadirkan Asesor dan Sekretaris BAN PNF Pusat, Prodi PG PAUD STKIP St. Paulus Ruteng Adakan Workshop

Program Studi Pendidikan Guru PAUD (PG PAUD) mengadakan workshop dengan tema “Guru Sebagai Pengembang Kurikulum” di aula Missio STKIP Santu Paulus Ruteng pada Senin (15/10/2018).

Sebelum kegiatan dimulai, narasumber diterima dengan “tuak kepok” dan disambut oleh Fransiskus de Gomes, S.Fil.,M.Pd selaku Ketua Prodi PG PAUD dan Dr. Yohanes S. Lon, MA selaku Ketua STKIP beserta para dosen.

Narasumber beserta rombongan diantar menuju ke ruang seminar disambut dengan tarian “tiba meka.”

Ketua Prodi PG PAUD, Fransiskus de Gomes, S.Fil.,M.Pd dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting terkait pemilihan tema, yakni kedudukan kurikulum sebagai komponen utama pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, fungsi dan peran guru dalam kurikulum, pengembangan dan implementasi kurikulum pada konteks lembaga PAUD yang ada di Kabupaten Manggarai.

Selain itu, beliau juga menyampaikan alasan diadakannya workshop , yakni “Workshop ini dibuat dengan tujuan membekali peserta sekalian dengan kompetensi pengembangan kurikulum PAUD yang operasional. Kompetensi ini tentu saja penting, mengingat kondisi kurikulum PAUD kita yang masih perlu dibenahi bersama. Jika sebelumnya selalu melaksanakan kegiatan berskala nasional dalam bentuk seminar, maka kali ini dibuat dalam bentuk workshop. Langkah ini tentu saja diambil dengan pertimbangan yang matang, yakni bahwa upaya meningkatkan kompetensi pengembangan kurikulum PAUD menjadi satu usaha yang urgen untuk konteks kita. Alasan lainnya adalah mengakomodir saran peserta kegiatan seminar nasional pada tahun akademik sebelumnya, yakni hasil kegiatan seminar sebagaimana dibuat sebelumnya sulit untuk diimplementasikan dalam konteks real. Peserta membutuhkan format kegiatan yang bersifat langsung praktik.”

Sementara itu, Dr. Yohanes S. Lon, M.A. selaku Ketua STKIP Santu Paulus Ruteng pada kesempatan yang sama membuka rangkaian kegiatan workshop Nasional dan menyampaikan apresisasi setinggi-tingginya kepada Prodi PG PAUD yang telah menyelenggarakan kegiatan workshop berskala nasional. Apresiasi juga disampaikan kepada narasumber yang telah dengan susah payah menyiapkan materi workshop.

Workshop kali ini menghadirkan narasumber,  Dr. Irma Yuliantina, M.Pd, selaku asesor dan sekretaris BAN PNF pusat.

Dalam pemaparan materinya, Ibu Irma menyampaikan beberapa hal penting yaitu, “Anak bisa belajar sesuatu jika gurunya juga memiliki pengetahuan. Jika ingin agar anak memiliki pengetahuan yang banyak maka guru juga harus memiliki pengetahuan yang banyak dengan cara menggali pengetahuan sebanyak mungkin dan mengikuti pelatihan-pelatihan kompetensi agar mampu meningkatkan kualitas pengajaran kita sebagai guru yang memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai arus zaman”.

Lebih lanjut beliau katakan, “Guru bukan hanya pengguna tetapi pengembang dan desainer kurikulum, oleh karena itu guru diharapkan mampu memanfaatkan kearifan lokal dalam mengembangkan isi kurikulum. Kurikulum 2013 adalah kurikulum nasional yang dijadikan sebagai acuan guru dalam mengembangkan kurikulum operasional, yakni KTSP”.

Beliau juga menyampaikan bahwa, “Pendekatan yang kita gunakan, misalnya Highscope dengan model sudut, BCCT dengan model area, Montessori dengan model sentra, dan Reggio Emilia yang memanfaatkan lose part, disesuaikan dengan karakteristik, situasi, dan kondisi lembaga sehingga kurikulum operasional di setiap lembaga pasti saja berbeda satu dengan lainnya. Pendekatan yang dipilih untuk diimplementasikan di sekolah sebaiknya dipahami betul oleh guru sehingga perencanaan yang dibuat tersusun dengan baik dan perkembngan anak yang diinginkan sesuai usia tercapai”.

 

Foto-Foto:

Descargar musica