KOMPETENSI GURU DALAM MEMBUAT PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK

Salah satu tim Pengembangan Kreativitas Mahasiswa dalam Penelitian (PKM-P) Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Santu Paulus Ruteng telah melakukan penelitian tentang “Kesulitan Guru PAUD di Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai dalam membuat penilaian perkembangan anak (siswa). Penelitian yang dibuat pada tanggal 8 Januari sampai dengan 12 Februari 2018 ini mengambil sampel guru-guru PAUD yang berjumlah 32 orang. Jenis penelitian yang dibiayai oleh LPPM STKIP Santu Paulus Ruteng ini adalah deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru PAUD dalam membuat penilaian perkembangan anak usia dini masih terkategori rendah. Ada beberapa kesulitan yang dihadapi, yakni: pertama, guru belum memahami sepenuhnya tentang tujuan penilaian perkembangan anak. Untuk sebagian besar responden, tujuan penilaian hanya terbatas pada pemahaman akan tingkat pencapaian perkembangan anak yang digunakan sebagai informasi kepada orang tua siswa. Kedua, guru sulit mengembangkan instrumen penilaian perkembangan anak usia dini. Kesulitan ini berkaitan dengan penjabaran indikator perkembangan sesuai dengan STTPA ke dalam deskriptor penilaian yang akan menghasilkan rubrik penilaian. Data penelitian membuktikan bahwa kata kerja operasional pada indikator dan deskriptor penilaian belum tepat. Hal inilah yang menyebabkan guru hanya menilai aspek-aspek tertentu dari perkembangan anak yang dianggap mudah untuk dinilai seperti aspek agama-moral, kognitif, bahasa, dan seni kreativitas. Ketiga, instrumen penilaian perkembangan anak masih sangat terbatas, yakni observasi dan portofolio. Hal ini berdampak pada minimnya data perkembangan anak yang dikumpulkan. Keempat, guru belum memahami pengukuran tren perkembangan anak. Penilaian perkembangan yang dilakukan oleh guru tidak berbasis pada data awal sebagai basedline. Hal inilah yang menyebabkan guru sulit untuk melihat tren perkembangan anak setelah diberi stimulasi. Kelima, ada kencederungan subjektif dalam membuat penilaian perkembangan anak sebab tidak memiliki rubrik penilaian yang jelas sebagai acuan dalam penilaian. Keenam, guru belum mampu merekam atau mengumpulkan data perkembangan anak secara komprehensif. Hal ini disebabkan oleh minimnya instrumen penilaian yang dikembangkan oleh guru. Selain itu, guru belum mempunyai format perekaman atau pengumpulan data perkembangan anak. Alasan lainnya adalah format yang tersedia belum diisi karena kelalaian guru. Ketujuh, pengolahan data dan pengukuran hasil belum dilakukan secara kontinu dan kurang didasarkan pada data yang lengkap. Hasil studi dokumentasi membuktikan bahwa sebagian guru belum memiliki rekaman data perkembangan anak yang detail dan penilaian yang dilakukan tidak masih bersifat parsial baik dari segi aspek yang dinilai maupun dari segi waktu penilaiannya. Selain itu, peneliti menemukan bahwa guru belum memahami sepenuhnya tentang teknik analisis data kualitatif perkembangan anak. Data rekaman perkembangan anak lebih banyak data kualitatif. Dalam kondisi seperti ini, guru belum memahami sepenuhnya metode analisis data kualitatif sehingga kesimpulan yang dirumuskan acapkali bertentangan dengan data perkembangan anak yang dikumpulkan. Kedelapan, pelaporan hasil penilaian perkembangan anak usia dini dibuat dalam bentuk deskripsi namun sulit memahami tren perkembangan anak dari waktu ke waktu. Yang dideskripsikan hanyalah kondisi perkembangan anak pada suatu waktu tertentu dan tidak mendeskripsikan tren perkembangan anak berdasarkan keadaan sebelumnya.Tindak lanjut pelaporan hanya sebatas informasi kepada orang tua dan belum dimanfaatkan sebagai dasar dalam menyusun perencanaan pembelajaran dan pendampingan anak selanjutnya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, tim peneliti memberikan beberapa saran untuk: (1) untuk Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Manggarai khususnya bidang PAUD agar mengadakan kegiatan pengembangan kompetensi guru guru dalam membuat penilaian perkembangan anak; (2) para guru PAUD yang ada di Kecamatan Langke Rembong agar aktif mengembangkan kompetensi khususnya dalam menilai perkembangan anak melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan diklat, workshop, lokakarya, atau sejenisnya tentang penilaian perkembangan anak; (3) Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Santu Paulus Ruteng sebagai mitra PAUD di wilayah ini agar mengadakan kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi guru PAUD dalam menilai perkembangan anak usia dini.

Penulis : Maria Prima Christ Ninut

Editor : Fransiskus De Gomes, S.Fil, M.Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *