Navigate / search

Komunikasi: Penyerahan Diri Demi Cinta

“Komunikasi: penyerahan demi cinta”, sepenggal kalimat yang disampaikan oleh Romo Kamilus, Pr. dalam sambutannya pada pembukaan pelatihan public speaking dan presentasi serta pelatihan menulis jurnalistik di aula Efata Ruteng pada Selasa (26/09/2017). Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan karena Keuskupan Ruteng telah mencanangkan 2017 sebagai tahun pewartaan. Pada saat yang sama, Komsos KWI menawarkan pelatihan public speaking dan menulis jurnalistik bagi agen-agen pastoral. Karenanya,  Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng dengan Komisi Sosial (Komsos) Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) melakukan kerjasama untuk mewujudkan harapan agar seluruh elemen Gereja memusatkan perhatian pada bagaimana pesan Sabda Allah disampaikan kepada umat sehingga dapat didengar, direnungkan, serta dihayati dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan ini dimulai pada pukul 08.00 pagi yang diawali dengan sapaan dari pembawa acara, embun pagi yang diisi dengan pembacaan doa tahun pewartaan dan pembacaan injil, sambutan dari panitia yang diwakili Romo Erik, Pr. serta sambutan dari Rm. Kamilus, Pr. selaku Sekretaris KWI dan Pemateri pada sesi pertama. Dalam kata sambutannya, Romo Erik menyampaiakan, “jadilah pewarta sabda Allah dan wartakan sabda Allah dengan cara yang menarik”. Sementara itu, Rm. Kamilus menyampaikan tujuan utama komunikasi dalam Gereja Katolik adalah untuk communio (persekutuan). Selain itu, Rm. Kamilus juga berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan media sosial untuk pewartaan.

Peserta pelatihan ini berasal dari beberapa paroki, biara, PMKRI, 3 Sekolah Menengah Atas, media online, mahasiswa dari prodi Teologi STKIP St. Paulus Ruteng serta 5 mahasiswa dan 1 orang dosen dari Prodi Pendidikan Guru PAUD STKIP St. Paulus Ruteng. Sementara itu, hadir sebagai pemateri Mas Kunto dan Mas Agung untuk kelas Pelatihan Menulis Jurnalistik serta Bapak Erol Jonatahan dan Bapak Winardi untuk kelas Public Speaking dan presentasi.

Public speaking merupakan modal utama bagi para pembicara, ketika mereka mau menyampaikan pesan kepada para pendengar dalam suatu pertemuan. Dengan kemampuan public speaking yang baik, seorang pembicara memiliki pengaruh dan daya tarik yang kuat untuk tampil serta menyampaikan pesan kepada para pendengar. Sementara itu, kemampuan menulis jurnalistik merupakan modal dasar bagi karya pewartaan melalui media. Para pewarta diharapkan dapat mengemas pesan-pesan pastoral yang tidak saja berisi tetapi juga menarik untuk dinikmati oleh para pembaca atau penonton.

Kegiatan pelatihan ini akan dilaksanakan sampai pada hari kamis (28/09/2017). Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, para utusan dari berbagai lembaga yang mengikuti pelatihan bisa menjadi pewarta yang handal di lingkungan dan komunitas mereka masing-masing. (*AA/PG PAUD)

 

Foto – Foto Kegiatan:

Descargar musica