Navigate / search

Melatih Menanam Pohon Mengge dan Mente Dengan Menggunakan Pampers (Popok Bayi) Kepada Masyarakat Kampung Baru-Desa Paralando

STKIP Santu Paulus Ruteng melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai. Kegiatan ini diintegrasikan dengan kegiatan KKN Integratif 2018. Salah satu program yang harus dikerjakan dosen dan mahasiswa adalah melaksanakan PkM yang khas di tempat pelaksanaan KKN. Atas dasar itulah, maka kelompok PkM dosen yang diketuai oleh Stephanus Turibius Rahmat, S.Fil.,M.Pd (NIDN : 08.2303.7601)  dan mahasiswa STKIP Santu Paulus Ruteng di Desa Paralando, tepatnya di Kampung Baru melaksanakan kegiatan PKM dengan judul “Melatih Menanam Pohon Menge dan Mente Dengan Menggunakan Pampers (Popok Bayi) Kepada Masyarakat Kampung Baru – Desa Paralando”.  

Kegiatan PkM ini bertujuan untuk melatih Masyarakat Desa Paralando untuk melihat sekaligus mengetahui bagaimana cara menanam pohon mengge dan mente dengan menggunakan bahan dasar pampers (popok bayi). Kampung Baru dipilih karena masyarakat Kampung Baru sangat membutuhkan pohon mengge tersebut karena  pohon mengge bisa menghasilkan  kursi, meja, lemari dan dinding rumah. Selain itu, masyarakat Kampung Baru mempunyai penghasilan pohon mente yang terbesar di Desa Paralando. Oleh karena itu, pada Hari Selasa, tanggal 13- 15 Agustus 2018, kelompok PkM dosen dan mahasiswa di Desa Paralando melaksanakan kegiatan PKM ini.

Kelompok PkM dosen dan mahasiswa di Desa Paralando mengadakan kegiatan pelatihan di Kampung Baru untuk melatih cara penanaman pohon mengge dan mente dengan mengunakan bahan dasar pampers (popok bayi). Program ini merupakan hasil kesepakatan antara kelompok PkM dosen dan mahasiswa dengan Kepala Desa Paralando. Hasil pertemuan kordinasi antara kelompok PkM dosen dan mahasiswa dengan aparat Desa Paralando diputuskan bahwa kegiatan PkM dilaksanakan di Kampung Baru dengan tujuan  untuk meningkatkan daya kreativitas masyarakat Desa Paralando, khususnya di Kampung Baru. Kegiatan ini melibatkan sebagian  masyarakat Kampung Baru.

Kegiatan PkM ini dilaksanakan dengan memanfaatkan sejumlah kekayaan alam, yakni pertama, pohon mengge sebagai bahan dasar untuk mengasilkan papan, kursi, meja, lemari dan sebagainya, kedua pohon mente dapat menghasilkan uang dengan menjual biji pohon mente. Alasan kami memilih pohon mente dan mengge dalam kegiatan PKM ini, karena banyak masyarakat yang mengetahui manfaat dari pohon mente yaitu buahnya dapat dimakan dan bijinya bisa dijual untuk menghasilkan uang, sedangkan pohon mengge masih banyak anggota masyarakat yang tidak mengetahui fungsi atau manfaat dari pohon mengge. Dengan kegiatan ini, masyarakat sudah mengetahui bahwa pohon mengge dan mente sama-sama bisa mendatangkan Uang. Masyarakat Kampung Baru juga mengatakan bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh kelompok PkM dosen dan mahasiswa STKIP Santu Paulus Ruteng di Desa Paralando ini sangat membantu masyarakat di Kampung Baru. Kegiatan ini juga sangat didukung oleh masyarakat Kampung Baru. Hal ini dibuktikan dengan banyak masyarakat yang terlibat/berpartisipasi dalam melakukan kegiatan PKM ini.

PKM ini dirancang untuk meningkatkan daya kretivitas masyarakat Desa Paralando. Kehadiran dan keterlibatan kelompok PkM dosen dan mahasiswa dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat desa, teristimewa untuk meningkatkan kreativitas dan daya inovasi masyarakat dalam menghasilkan sesuatu yang berguna. Selain itu, kegiatan PkM ini dapat menumbuhkan semangat gotong royong, kerja sama antara lembaga pendidikan tinggi dengan masyarakat desa, sebab kerja kita adalah prestasi bangsa.

Descargar musica