Navigate / search

Merawat Kebhinekaan Bersama Jemaat Gereja GMIT Imanuel Ruteng

Ada sesuatu yang lain dengan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dalam rangka Natal 2016 di lingkup Prodi PG PAUD STKIP Santu Paulus Ruteng. Dikatakan ada sesuatu yang lain karena kami membuat suatu yang tidak biasa dilakukan.  Biasanya para mahasiswa melaksanakan PkM Natal ke Stasi-stasi atau Paroki-Paroki yang ada di wilayah Keuskupan Ruteng. Para mahasiswa membawakan koor, bakti sosial, pentas seni, dan kegiatan kerohaniaan lainnya. Itu yang biasa dilakukan oleh para mahasiswa. Tetapi tahun ini, Prodi PG PAUD mengadakan kegiatan koor bersama dengan para remaja dari  GMIT Imanuel Ruteng. Ada satu kelompok mahasiswa yakni mahasiswa tingkat IIIA Prodi PG PAUD mengadakan PkM Natal di Gereja GMIT Imanuel Ruteng. Mahasiswa tingkat IIIA yang berjumlah 41 orang ditambah dengan beberapa orang mahasiswa dari tingkat IIIC dan IC serta juga dari program studi yang lain ikut bergabung untuk memperkuat barisan paduan suara ini. Setelah mengadakan sejumlah latihan persiapan, para mahasiswa akhirnya berhasil tampil di Gereja GMIT Imanuel Ruteng pada perayaan Malam Natal  24 Desember 2016  dan perayaan Hari Raya Natal  25 Desember  2016.

Ketua Majelis GMIT Imanuel Ruteng, Pendeta Threes M. Bukang, S.Teol sangat berterima kasih atas kerja sama ini. Pendeta Threes menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat rasa persaudaraan dan persatuan. Kegiatan yang berdimensi persaudaraan seperti ini harus ditingkatkan terus supaya kita tetap merasa satu dan bersatu. Tidak ada ruang bagi kita untuk saling mencela dan merasa diri paling benar dalam hidup ini. Kita diajak untuk belajar bersama dan sama-sama belajar.  Oleh karena itu, Pendeta Thress menyampaikan terima kasih kepada Lembaga STKIP Santu Paulus Ruteng yang telah hadir dalam diri para mahasiswa tingkat IIIA Prodi PG PAUD. Kehadiran para mahasiswa ini menjadi tanda hadirnya persaudaraan dan persatuan di antara kita. Kristus telah lahir dan membawa perdamaian. Kita mempunyai visi dan misi yang sama menjadi duta damai dan cinta dalam kehidupan setiap hari.

Rm Stephanus Turibius Rahmat, Pr  – Ketua Prodi PG PAUD memberi apresiasi kepada para mahasiswa yang telah memulai sesuatu yang bernilai merawat kebhinekaan ini.  Hal-hal seperti ini perlu dibuat ketika dunia kehidupan sekitar kita cenderung untuk bersikap intoleran, menebarkan kebencian bernuansa agama. Kegiatan koor bersama ini merupakan salah satu bentuk merawat kebhinekaan. Kita memang berbeda, tetapi mempunyai tujuan  yang satu dan sama. Dengan kegiatan seperti ini, rasa persatuan dan persaudaraan diperkuat dan membuat kehidupan bersama menjadi terasa begitu indah. Seperti pelangi hanya menjadi indah karena terdiri dari warna yang berragam. Begitu juga dalam kehidupan kita menjadi sangat indah justru karena kita berbeda. Berbeda tidak menjadi alasan untuk bermusuhan atau menjadi sangat intoleran, tetapi perbedaan kiranya menjadi sebuah kekayaan yang harus dirayakan terus-menerus dalam kehidupan setiap hari. Kristus telah lahir dan tinggal dalam hati kita. Tugas kita adalah membawa damai dan cinta yang telah kita peroleh dari Kristus kepada sesama yang kita jumpai dalam kehidupan setiap hari.

Para mahasiswa Prodi PG PAUD juga mengadakan PkM dalam rangka Natal 2016 di Stasi Mocok Paroki Ponggeok.  Para mahasiswa didampingi dua orang dosen yakni Bapak Fransiskus De Gomes dan Ibu Adriani Tamo Ina Talu. Para mahasiswa yang berjumlah 80-an orang membawakan sejumlah kegiatan yakni koor, bakti sosial, malam keseniaan, dan sejumlah kegiatan kerohaniaan lainnya. Para mahasiswa juga mengadakan kegiatan temu anak.  Kegiatan temu anak ini menjadi salah satu kegiatan khas yang sesuai dengan karakteristik  Prodi PG PAUD. Prodi PG PAUD mempunyai program bahwa setiap kali kegiatan PkM Natal atau Paskah selalu disertakan dengan kegiatan yang khas program studi.  Kegiatan PkM dalam rangka Natal 2016 dibingkai dalam satu tema yakni “MEMBINA IMAN DAN MEMBENTUK KARAKTER DI DUSUN YANG SUNYAI DALAM SUASANA SUKACITA NATAL”. Semoga sukacita dan kegembiraan Natal 2016 membuat kita semua semakin bersuka cita dalam menjalankan hidup ini dan hidup dalam kasih persaudaraan. Untuk apa pakai bantal kalau tidurnya di dalam peti, untuk apa rayakan natal kalau Yesus tidak lahir di dalam hati. (Koordinator Publikasi Prodi PG PAUD STKIP Santu Paulus Ruteng)

Descargar musica