Perlombaan dalam Rangka Memperingati HAN: Momen untuk Memberikan Akar dan Sayap Bagi Anak-Anak Generasi Bangsa

Kegiatan Perlombaan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2018, yang diselenggarakan Prodi Pendidikan Guru PAUD (PG PAUD) diikuti oleh anak-anak PAUD (TK dan KB) beserta para guru se-kabupaten Manggarai dan dua sekolah dari Kabupaten Manggarai Timur. Kegiatan pembukaan dilaksanakan Kamis (24/5/2018), di Aula Missio STKIP Santu Paulus Ruteng mengangkat tema “Pendidikan Holistik Integratif di PAUD”.

Stephanus T. Rahmat, S.Fil.,M.Pd. selaku Ketua Prodi PG PAUD, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para peserta lomba yang telah berkenan hadir memenuhi undangan.

“Anak lahir dengan banyak potensi, harapan untuk berhasil di kemudian hari.  Pendidikan menjadi jembatan penghubung anak dengan masa depannya. Pendidikan menjadi salah satu pembentuk fondasi bagi tumbuh dan berkembangnya seorang anak untuk memperoleh masa depan yang lebih baik,” demikian yang disampaikan Romo Stef dalam sambutannya.

Lebih lanjut beliau katakan, “tema kegiatan Pendidikan Holistik Integratif di PAUD mengandung makna bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama, terutama dalam menyiapkan anak menghadapi persaingan di era global yang sangat ketat, sehingga mereka memiliki kecerdasan, keterampilan dan produktivitas yang tinggi serta menguasai ilmu pengetahuan yang tinggi. Pendidikan harus bersifat proaktif, artinya berorientasi pada pembentukan kemampuan untuk mengatasi permasalahan yang lebih luas dan menjawab tantangan yang lebih kompleks di masa yang akan datang.”

Sambutan Ketua Prodi ditutup dengan mengutip pendapat Robert Ramsey: “Berikanlah anak-anak kita akar yang kuat untuk tumbuh dan sayap yang kokoh untuk terbang di kemudian hari, supaya mereka bisa bertumbuh dan berkembang dengan lebih baik.”

Dr. Yohanes Servatius Lon, MA, selaku Ketua STKIP Santu Paulus Ruteng dalam kesempatan yang sama mengawali sambutan dengan mengajak semua peserta yang hadir untuk mengenang anak-anak yang mengalami nasib yang tidak beruntung, terutama anak-anak yang menjadi korban bom di Surabaya.

Romo John menyampaikan, “Peristiwa bom Surabaya telah menewaskan anak-anak yang tidak berdosa. Bom Surabaya menjadi saksi sejarah kekerasan orang tua terhadap anak-anak. Bom Surabaya menjadi bukti bahwa anak-anak menjadi korban kepentingan orang tua, korban politik kekerasan, korban keyakinan agama yang ekslusif dan diskriminatif.”

Beliau juga memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Prodi dan peserta lomba atas kegiatan yang sangat berharga.

“Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian terhadap anak dan  hak-haknya,” demikian kata Romo John.

Lebih lanjut beliau katakan, “STKIP sangat peduli dengan anak-anak karena 3 hal. Pertama, sesuai dengan kata-kata Tuhan Yesus: siapa yang tidak mencintai anak-anak, dia tidak mencintai Tuhan, anak adalah anugerah Tuhan yang paling besar bagi manusia, anak adalah gambar Allah yang kelihatan. Kedua, anak merupakan aset besar bangsa, sebuah bangsa akan besar bila memiliki sikap besar terhadap anak-anak. Barang siapa tidak bisa bersikap seperti anak-anak dia tidak layak masuk kerajaan Allah. Ketiga, anak adalah mahkota cinta dari orang tua. Melalui berbagai kegiatan yang akan diikuti dalam beberapa hari, kita memberikan perhatian, tanggung jawab dan memberikan yang terbaik pada anak-anak yang kita layani. Melalui kegiatan ini kita semua memberi kebebasam, keadilan, ruang yang cukup kepada anak-anak kita utnuk mewujudkan potensi yg mereka miliki. Dalam kegiatan ini kita sesungguhnya memberikan perhatian, dukungan, keamanan kepada anak-anak yang kita bimbing.”

Setelah menyampaikan sambutan, Romo John membuka kegiatan secara resmi. Kegiatan perlombaan ini akan dilaksanakan selama tiga hari (24-26/5/2018). Hari pertama diisi dengan lomba meronce, tari kreasi bertema, dan senam si buyung.

 

 

Penulis            : Be Palmin

Editor             : Ayu Anwar

Foto-Foto.

Panitia dan Peserta Lomba
Peserta Lomba pada Acara Pembukaan
Ketua STKIP Menyampaikan Sambutan Sekaligus Membuka Kegiatan Secara Resmi

 

Salah Satu Peserta Lomba Senam Si Buyung
Peserta Lomba Tari Kreasi Bertema dari TK St.Fransiskus Asisi Karot
Para Juri dan Penonton Tampak Menikmati Penampilan dari Setiap Peserta Lomba
Peserta Lomba Tari Kreasi Bertema dari TK Dharma Wanita
Peserta Lomba Tari Kreasi Bertema dari TKK St. Gabriel Leda
Peserta Lomba Tari Kreasi Bertema dari TK Bhayangkari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *