Navigate / search

Prodi Pendidikan Guru PAUD STKIP Santu Paulus Ruteng Menyelenggarakan Seminar Nasional dengan Tema “Membentuk Kompetensi Guru PAUD di Era MEA”

Seminar Nasional dalam rangkaian kegiatan Ulang Tahun Program Studi Pendidikan Guru PAUD (PG PAUD) yang ke-4 pada Oktober 2017, dihadiri oleh segenap mahasiswa Prodi PG PAUD STKIP Santu Paulus Ruteng beserta undangan dari sekolah mitra se-kecamatan Langke Rembong dan sekitarnya. Seminar ini diadakan pada Sabtu (28/10/2017) di Aula Missio STKIP Ruteng.

Sebelum kegiatan seminar dimulai, rombongan yang terdiri dari para pemateri diterima oleh Stephanus T. Rahmat, S.Fil.,M.Pd selaku Ketua Prodi PG PAUD dan beberapa dosen dengan “tuak kepok”. Setelah itu pemateri beserta rombongan diantar menuju ke ruang seminar.

Seminar Nasional ini mengangkat tema “Membentuk Kompetensi Guru PAUD di Era MEA”. Menghadirkan pemateri Utama Dr. Isti Rusdiyani, M.Pd, selaku Bendahara Asosiasi Prodi PG PAUD Se-Indonesia, pemateri 2 Dr. Fransiska Widyawati, M. Hum dan Maria F. M. Angkur, M.Pd.

Ketua Prodi PG PAUD, Stephanus T. Rahmat, S. Fil.,M.Pd dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para pemateri yang telah berkenan hadir memenuhi undangan untuk berbagi ilmu dan pengetahuan yang dimiliki dengan seluruh civitas akedemika prodi PG PAUD, khususnya dalam menyambut Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Seminar Nasional yang digelar program studi menjadi momen pengembangan daya nalar dan rasa mahasiswa. Mengembangkan akal dan rasa karena berseminar berarti kita berada dalam sebuah arena percaturan ide dan gagasan yang kebenaranya dapat diverifikasi dalam argument-argumen bernuansa alternatif atau difalsifikasi dalam argument negatif.

Dr. Marselus R. Payong, M.Pd, selaku Pembantu Ketua I mewakili Ketua STKIP Santu Paulus Ruteng pada kesempatan yang sama membuka rangkaian kegiatan seminar Nasional dengan beberapa poin penting, yakni: dalam menyambut Era MEA, semua pihak harus menyatukan komitmen dalam mempersiapkan para calon guru PAUD demi terwujudnya generasi emas bangsa di tahun 2045. Tidak hanya itu, diperlukan juga upaya memperkuat basis pendidikan dalam menyiapkan guru yang memiliki nilai kompetitif dan mampu bersaing dengan tenaga profesional lintas negara se-ASEAN. Pada kesempatan ini juga beliau menyampaikan apresisasi setinggi-tingginya kepada Prodi PG PAUD yang telah menyelenggarakan kegiatan seminar nasional. Apresiasi juga disampaikan kepada para pemateri yang telah dengan susah payah menyiapkan materi seminar. Terselip harapan semoga para calon guru dan guru PAUD dapat membentuk generasi emas yang sesuai dengan harapan bangsa.

Pada awal seminar, Maria F. M. Angkur, M.Pd, menyampaikan materi tentang “Kompetensi Guru PAUD di Era MEA”. Dikatakan bahwa dalam menghadapi era MEA, dibutuhkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai dan berdaya saing tinggi yang dapat terbentuk melalui proses pendidikan. Sebagai salah satu komponen pendidikan, guru memiliki peran yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas SDM suatu bangsa. Karena itu, guru sendiri harus memiliki kompetensi yang memadai yang mencakup kompetensi pedagogik, personal, sosial dan profesional. Salah satu kompetensi yang diperdalam adalah kompetensi pedagogik. Implikasi dari penguasaan kompetensi pedagogik, guru hendaknya memandang anak sebagai subjek pembelajaran bukan objek. Anak hendaknya lebih berperan aktif dalam membangun pengetahuannya sendiri melalui berbagai aktivitas eksplorasi dan manipulasi sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Pemateri kedua Dr. Fransiska Widyawati, M. Hum, menyampaikan materi seminar dengan tema “Pengasuhan Anak Usia Dini Secara Holistik dan Implikasinya bagi Pendidik”. Dikatakan bahwa dalam menyambut era MEA, diperlukan penerapan pola asuh secara holistik dalam mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak usia dini. Penerapan pola asuh holistik bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua di rumah tetapi juga oleh guru di sekolah, yang akan berdampak pada kegiatan pengembangan setiap aspek perkembangan anak secara menyeluruh. Terdapat tiga aspek utama yang harus dikembangkan sejak usia dini, yakni aspek fisik motorik, afektif, dan kognitif. Berkaitan dengan aspek fisik, orang tua harus benar-benar memperhatikan asupan gizi agar anak bertumbuh menjadi pribadi yang sehat. Makanan yang sehat bukan hanya tentang makanan yang enak saja, tetapi harus mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan anak untuk bertumbuh dan berkembang secara holistik. Aspek afektif, erat kaitannya dengan pembentukan sikap dan perilaku yang berkarakter yang ditanamkan melalui keteladanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, anak juga dibiasakan untuk peduli dengan orang lain dan toleransi serta memiliki kompetensi dalam mengolah berbagai emosi yang muncul. Beliau juga menyampaikan, orang tua dan guru harus menyadari bahwa semua anak cerdas, tetapi kecerdasan tersebut dapat berkembang dengan baik atau tidak sangat bergantung pada stimulasi yang diberikan oleh orang dewasa (guru dan orang tua). Selain itu, menjadi guru PAUD yang berkompeten harus senantiasa memberi ruang kepada anak untuk menemukan sendiri jawaban atas pertanyaan yang muncul dengan memberi clue, bukan jawaban atas pertanyaan secara langsung. Terakhir, hal lain yang harus diingat orang tua agar anak bertumbuh dengan baik adalah selalu membiasakan anak dengan pelukan dan ciuman penuh kasih saat orang tua hendak pamit untuk pergi ke suatu tempat atau saat pulang ke rumah. Begitu pun sebaliknya, orang tua juga wajib memberi pelukan dan ciuman penuh kasih saat anak-anak pamit pergi atau pulang dari suatu tempat, seraya menyampaikan rasa kasih melalui ucapan “mama/papa sayang kamu”.

Pemateri Utama, Dr. Isti Rusdiyani, M.Pd menjelaskan materi dengan judul “Pembelajaran Berbasis Saintifik Dalam Menghadapi MEA”. Poin penting dari pemaparan dan penegasan materi Ibu Isti adalah persiapan yang dibutuhkan dalam menyambut Era MEA adalah meningkatkan kualitas SDM.  SDM ditingkatkan melalui pendidikan dan pendekatan pembelajaran yang tepat untuk mewujudkannya adalah pendekatan santifik.  Karena itu, guru harus mampu mengembangkan kurikulum, permainan, metode, pendekatan dan APE yang bersumber dari lingkungan sekitar. Persiapan penting dalam menyambut Era MEA mengacu pada 4 pilar utama yang menjadi dasar pemikirannya, yakni terbentuknya pasar dan basis produksi tunggal, kawasan berdaya saing tinggi, kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata dan integrasi dengan perekonomian dunia. Peserta didik disiapkan untuk dapat memiliki daya saing yang tinggi dan tentunya lebih produktif, kreatif, inovatif dan berkarakter. Selain mempersiapkan peserta didik, diperlukan juga persiapan infrastruktur.

 

Peliput dan Penulis   : Be dan Titin

Editor                         : Ayu Anwar

Descargar musica