Navigate / search

Prodi PG PAUD Adakan Lokakarya Pengembangan Instrumen Monitoring dan Penilaian Perkuliahan

Dosen dan pegawai Program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini mengikuti lokakarya dengan tema “Pengembangan Instrumen Monitoring dan Penilaian Perkuliahan Prodi PG PAUD” pada Sabtu (16/2/2019) dan Minggu (17/2/2019), di Ruangan Micro Teaching STKIP Santu Paulus Ruteng.

Hadir sebagai pemateri, Petrus Redy Partus Jaya, S.Fil., M.Pd. yang menyampaikan tentang konsep penilaian dan Maria D.V. Banggur, S.Kom., M.Pd. yang lebih menekankan pada penggunaan aplikasi untuk monitoring dan penilaian perkuliahan.

Melalui sambutannya, De Gomes menyampaikan, “Kegiatan ini dilaksanakan karena dosen kesulitan dalam menentukan kriteria penilaian terutama penilaian harian, objektivitas penilaian, dan masalah penilaian lainnya.”

Petrus Jaya menyampaikan bahwa “Pengembangan format monitoring dan penilaian bertujuan membantu dosen mengolah penilaian proses dan hasil perkuliahan sehingga mengurangi subjektivitas dalam memberi nilai, membantu dosen melakukan pemantauan berkesinambungan terkait minat mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan, tingkat partisipasi, tingkat kemampuan berpikir, dan sebagainya.”

Lebih lanjut, Petrus Jaya sampaikan “Untuk itu proses yang kita bangun hari ini tidak hanya menelaah format yang sudah disiapkan tetapi kita juga diberi kesempatan untuk berdiskusi mengenai pengalaman melakukan penilaian sehingga menjadi masukan yang berharga untuk pengembangan format monitoring dan penilaian lebih lanjut.”

“Kegiatan menilai hasil belajar adalah salah tugas pokok pendidik yang dilakukan oleh pendidik. Penilaian secara subjektif tidak membantu kita mengembangkan penilaian yang baik. Penilaian subjektif ada kesan halloefect. Penilaian subjektif akan memberikan dampak bagi hasil penilaian dan evaluasi. Penilaian yang berkualitas akan mempengaruhi hasil penilaian yang berkualitas pula. Sementara kita ketahui bahwa dalam penilaian terdapat beberapa prinsip, seperti edukatif  artinya memperhatikan perkembangan dan kemajuan belajar mahasiswa itu sendiri, autentik artinya penilaian berorientasi pada proses belajar yang berkesinambungan. Sifatnya menyeluruh sesuai dengan kenyataan, objektif artinya penilaian sesuai format dan prosedur serta kriteria yang jelas, akuntabel artinya penilaian sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas, transparan yaitu menjelaskan kriteria penilaian secara terbuka kepada mahasiswa,” demikian Petrus Jaya mengakhiri materinya.

Selanjutnya, format monitoring dan penilaiaan yang dihasilkan ini akan digunakan oleh dosen dan mahasiswa. Format ini berisikan penilaian secara individual dan secara klasikal. Evaluasi yang benar bisa dilakukan apabila adanya proses yang benar pula.

Skala penilaian yang digunakan adalah 0-4  atau A-E. Selanjutnya, kriteria minimal terdiri dari 20% harian, 20% tugas, 20% UTS dan 40% UAS.

Sementara itu, Maria Banggur memperkenalkan aplikasi penilaian untuk monitoring dan penilaian perkuliahan. Semua peserta lokakarya diajak untuk bersama-sama mengisi format dalam aplikasi tersebut dan diminta menyampaikan masukan terkait kekurangan-kekurangan yang ditemukan.

Salah satu masukkan untuk format penilaian adalah dilengkapi dengan CP2 dalam RPS yang dibuat setiap mata kuliah.

Hasil akhir dari kegiatan lokakarya adalah adanya produk yang dihasilkan berupa format monitoring dan penilaian yang akan digunakan oleh dosen. Format ini juga sekaligus membantu program studi mendapatkan informasi objektif  terkait kompetensi mahasiswa pada setiap mata kuliah. Informasi ini akan membantu prodi mengambil kebijakan atau keputusan terkait pengembangan kurikulum maupun perbaikan proses perkuliahan.

De Gomes menutup kegiatan dengan menyampaikan, “Penilaian adalah mengukur sesuatu dengan menggunakan data yang jelas. Harapannya, setelah menghasilkan instrumen yang baku, dosen home based PG PAUD menggunakan instrumen ini untuk menilai penilaian proses atau penilaian harian perkuliahan.” (*AA/PGPAUD)

 

Foto-Foto Kegiatan:

Descargar musica