Navigate / search

Program Studi PG PAUD Adakan Seminar Ilmiah, Usung Tema: “PAUD Berkualitas di Era Revolusi Industri 4.0”

Revolusi industri 4.0 membawa dampak yang sangat signifikan dalam berbagai bidang kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan. The Great Shifting sebuah terminologi yang tepat untuk menggambarkan pergeseran dalam berbagai bidang kehidupan tersebut. Pergeseran besar ini membawa peluang sekaligus tantangan bagi kita. Untuk itu, Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Santu Paulus Ruteng berusaha menangkap peluang dan menjawabi tantangan revolusi industri 4.0 melalui seminar ilmiah dosen Program Studi dengan tema “PAUD berkualitas di Era Revolusi Industri 4.0” pada Sabtu (11/5/2019).

Program Studi menghadirkan empat pemateri yang berkompeten dalam bidang PAUD dan teknologi pembelajaran. Pemateri pertama, Crispinus H. Jebarus, M.Th. menyampaikan bahwa revolusi industri 4.0 menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Perkembangan teknologi terutama teknologi internet membawa banyak manfaat di antaranya optimasi di berbagai bidang. Optimasi ini terkait dengan pemanfaatan produksi secara tetap dan konsisten. Siapapun termasuk mahasiswa dapat memanfaatkan internet untuk mengoptimalisasi perolehan pengetahuan.  Peluang optimasi ini harus ditanggapi dengan perubahan arah pembelajaran. Pembelajaran di era Revolusi industri sudah seharusnya membantu peserta didik mengembangkan kemampuan “4C” (Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration). Selain itu, magister Teologi ini mengatakan bahwa pembelajaran di era disruptif mesti diarahkan pada model pembelajaran inovatif. Peserta didik dilatih untuk menjadi produsen bukan konsumen. Oleh karena itu, guru sudah seharusnya mengubah pembelajaran yang berorientasi pada content menjadi pembelajaran yang berorientasi pada competency.

Pemateri kedua, Maria Dissriany Vista Banggur, S.Kom., M.Pd. secara praktis mengaitkan ciri internet of think dan big data dari revolusi industri 4.0 dengan model pembelajaran Blended Learning. Blended Learning ini membuka peluang bagi siswa untuk belajar kapan pun dan dimana pun. Kesempatan belajar tidak lagi dibatasi pada ruang dan waktu. Menurut magister teknologi pembelajaran ini blended learning merupakan salah satu pembelajaran praktis dengan keunggulan convenience (nyaman), efficiency (efisiensi), effective, dan flexibility. STKIP Santu Paulus telah mulai menjawabi tantangan era disruptif ini dengan memanfaatkan Moodle sebagai aplikasi pembelajaran Blended Learning. Tamatan UNJ ini mendorong mahasiswa untuk membiasakan diri memanfaatkan aplikasi Moodle maupun internet untuk mengakses data dan konten-konten bermanfaat.

Maria Fatima Mardina Angkur, M.Pd, sebagai pemateri ketiga menekankan bahwa dalam menghadapi tantangan Revolusi Industry 4.0 guru perlu mengoptimalkan perannya sebagai pendidik, pembimbing, pengawet, teladan, aktor, dan motivator. Maraknya pemanfaatan teknologi internet dan otomatisasi di berbagai bidang kehidupan tidak dapat menggantikan berbagai peran guru yang telah disebutkan. Optimalisasi peran ini perlu disadari oleh setiap guru maupun calon guru. Optimalisasi peran guru ini ditegaskan kembali oleh pemateri keempat Gervasius Adam, M.Or. Magister Olahraga ini menyampaikan bahwa salah satu hal yang tidak tergantikan oleh teknologi adalah peran guru dalam pembentukan karakter anak sejak dini. Karakter merupakan perisai utama dalam menghadapi situasi disruptif di era ini. Era disruptif menawarkan kehidupan instan yang kadang kurang bermartabat. Jika tidak dihadapi dengan karakter yang tangguh, sifat “disturb” (mengganggu) era Revolusi Industri 4.0 dapat melemahkan eksistensi manusia sebagai mahluk mulia dan bermartabat.

Pada akhir seminar, Theresia Alviani Sum, M.Pd, selaku moderator kembali menegaskan peran guru yang tak tergantikan oleh teknologi. Untuk itu guru perlu selalu update dengan kompetensi yang dimiliki. Karakter, keterampilan, dan literasi teknologi mesti dikuasai oleh guru sebagai pendidik. Semoga dengan kesiapan kompetensi ini revolusi industry 4.0 tidak dianggap sebagai pengganggu (disturb-er) melainkan peluang yang mendatangkan rahmat.

 

Redaksi: Redy Jaya & Stef Rahmat

Foto-Foto:

 

Descargar musica