Navigate / search

MAHASISWA PG PAUD MAGANG DI TK PERSATUAN REO

Mahasiswa Tingkat 4 Semester 7 Program Studi Pendidikan Guru PAUD melaksanakan Program Magang 2 di TK Persatuan Reo. TK Persatuan Reo terletak di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai. TK Persatuan Reo berada di bawah naungan Yayasan Sukma Keuskupan Ruteng. Para mahasiswa Prodi PG PAUD yang melakukan program magang 2 TK Persatuan Reo adalah Emerensiana Purnawati Nanur, Reinildis Wista Amun, Matilda Ensiona Reni, dan Serlian Muliyati Sudin. Program magang 2 dilaksanakan sejak tanggal 29 Oktober 2018 – 30 November 2018. Akan tetapi, para mahasiswa secara resmi melakukan program magang 2 melalui acara penyerahan oleh Dosen Pembimbing Magang (DPM) pada hari Jumat, 2 November 2018.  Penyerahan mahasiswa program magang 2 dilakukan oleh oleh DPM yakni Stephanus Turibius Rahmat, S.Fil, M.Pd. Acara penyerahan berlangsung di ruangan Kepala Sekolah TK Persatuan Reo. Selengkapnya

TK PERSATUAN REO MELATIH SISWA MENCINTAI KEBERSIHAN

TK Persatuan Reo merupakan salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang berada dibawah naungan Yayasan Sukma Keuskupan Ruteng menyelenggarakan sejumlah banyak kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan selama ini adalah kebersihan lingkungan Sekolah. Para Siswa TK Persatuan Reo dilibatkan secara aktif dalam kegiatan ini dengan tujuan untuk menanamkan nilai kebersihan sejak dini. Kegiatan membersihkan lingkungan sekolah ini dilaksanakan pada setiap hari sabtu pada pukul 08.00 WITA. Selengkapnya

PROGRAM MAGANG 2 DI TK NEGERI REO

Magang 2 di TK Negeri Reo Kecamatan Reok. Mahasiswa Semester 7 Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Santu Paulus Ruteng melaksanakan Program Magang 2 dari tanggal 29 Oktober s.d 30 November 2018. Salah satu kelompok mahasiswa melaksanakan program magang 2 di TK Negeri Reo. Program magang 2 ini menjadi momen untuk mengaplikasikan pengetahuan yang sudah diperoleh, memperoleh kemampauan awal calon pendidik dengan merasakan langsung proses pembelajaran di kelas (mengajar), pemantapan jati diri sebagai calon pendidik dan pembentukan karakter dan kecintaan terhadap profesi bagi mahasiswa calon  guru PAUD. Dengan kata lain, kegiatan magang 2 ini mengharuskan mahasiswa untuk bisa mengasuh, membimbing dan mengajar anak selama berada di lingkungan sekolah. Para mahasiswa juga dituntut untuk merancang perangkat pembelajaran dan mampu mempraktikkan perangkat pembelajaran yang sudah disusun bersama dengan guru-guru di sekolah dengan baik. Selengkapnya

PkM Peningkatan Kreativitas Guru Melalui Pelatihan Pembuatan Pasir Ajaib di PAUD Madre Addatis dari Nocera

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Prodi Pendidikan Guru PAUD STKIP Santu Paulus Ruteng melaksanakan pendampingan kepada guru-guru di PAUD Madre Addatis dari Nocera Leda-Ros, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT. Kegiatan dilaksanakan setiap hari Jumat, mulai tanggal 2-30 November 2018. Kegiatan ini dilaksanakan  oleh Tim Dosen dan mahasiswa prodi PG PAUD, Beata Palmin, M.Pd dan lima orang mahasiswa bernama Rosdiana Tanti Jabung, Edeltrudis Salvia, Vinsensiana Hagus, Maria T. Iman dan Rosalia Diana Somba.

Kegiatan PkM ini dilakukan berdasarkan permintaan dari pihak sekolah. Pembukaan dilaksanakan pada Jumat (2/11/2018) diawali dengan sambutan dari Kepala PAUD Nocera, Sr. Bonifasius Umul. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lembaga STKIP Santu Paulus, khususnya Prodi PG PAUD yang berkenan menanggapi permintaan dari lembaga mereka. Kegiatan PkM ini dilihat sebagai bentuk kepedulian lembaga terhadap masalah yang dialami para guru dalam mendesain permainan yang dapat mengakomodir kebutuhan bermain anak, baik permainan indoor maupun outdoor.

Kegiatan bermain bagi anak merupakan sarana untuk mengeksplorasi setiap kemampuan yang dimilikinya, khususnya terkait keenam aspek perkembangan. Selain itu, kegiatan bermain juga dapat meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas anak. Tetapi, banyak orang tua yang tidak menyadari hal ini. Kegiatan bermain anak seringkali dibatasi, dengan alasan tingkat kesibukan yang tinggi membuat orang tua cukup sulit mengontrol aktivitas anak. Selain itu, orang tua juga tidak suka melihat anak-anak bermain di luar rumah karena takut kotor dan menjadi sumber penyakit bagi anak. Salah satu kegiatan bermain di luar rumah yang dibatasi orang tua adalah bermain tanah atau pasir. Padahal, bermain pasir misalnya, dapat menstimulasi kelima indera anak secara menyeluruh serta mampu mengembangkan daya imajinasi anak melalui berbagai model yang dibentuk saat anak bermain.

Melihat kondisi ini, sekolah mencoba mencari solusi agar anak tetap memiliki pengalaman bermain pasir tanpa harus khawatir dengan kondisi tubuh yang kotor. Menanggapi permintaan sekolah, maka tim PkM Dosen dan Mahasiswa dari Prodi PG PAUD memberi solusi dengan ditawarkannya kegiatan pelatihan membuat pasir ajaib untuk menjawab kebutuhan bermain outdoor anak-anak di PAUD Nocera. Semakin banyak pengalaman yang diperoleh anak saat bermain, maka semakin banyak pula bekal bagi anak untuk belajar pada perkembangan selanjutnya.

Kegiatan PkM ini berakhir pada tanggal 30 November 2018, yang ditutup secara resmi oleh Kepala PAUD Nocera. Kepala PAUD Nocera menilai bahwa kegiatan PkM ini telah memberi dampak positif bagi peningkatan kreativitas guru-guru dan dampak lanjutannya adalah bagi pengembangan anak-anak yang diasuh lembaga PAUD Nocera. Harapannya, sekolah ini dapat terus membangun kerjasama bagi peningkatan mutu dan kualitas layanan di lembaga ini selanjutnya.

PkM Pembuatan APE dari Daun Pisang di PAUD Santo Mikael Kole

Daun pisang dalam kuliner Nusantara memiliki peran utama sebagai pendukung dekorasi, pelengkap, dan pengemas bahan makanan. Selain itu, daun pisang digunakan pada berbagai kegiatan keagamaan dan dapat digunakan untuk pelatihan menganyam yang dilakukan oleh anak-anak saat bermain.

Namun di PAUD Santo Mikael Kole belum memanfaatkan daun pisang dalam pengembangan motorik halus anak. Hal ini karena 3 orang guru yang berada di PAUD St. Mikael Kole tidak berkualifikasi S-1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini sehingga pengetahuan yang berkaitan dengan ke-6 aspek perkembangan anak usia dini masih kurang. Selain itu, sarana dan prasarana yang ada di PAUD St. Mikael Kole juga masih minim baik alat permainan Indoor maupun outdoor.

Terkait dengan masalah di atas, solusi yang ditawarkan adalah dilaksanakannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul “UPAYA MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MENGANYAM DARI DAUN PISANG MENJADI TIKAR DI PAUD SANTO MIKAEL KOLE”.

Kegiatan  ini diketuai oleh Theresia Alviani Sum,M.Pd yang dibantu oleh beberapa mahasiswa: Elfrida H Noben, Felisiana Senau, Gudelia Wusu dan Yosefina Asti Nalut. Kegiatan PkM ini dilaksanakan pada 22-24 November 2018 yang diikuti oleh semua guru dan anak-anak PAUD St. Mikael Kole. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan aspek perkembangan motorik halus anak.

Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari dengan metode sosialisasi, pelatihan dan praktik menganyam dari daun pisang kepada anak-anak. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar para guru dapat menghasilkan alat permainan edukatif yang menarik dan bervariasi.

Descargar musica