Navigate / search

PkM Pembuatan APE dari Daun Pisang di PAUD Santo Mikael Kole

Daun pisang dalam kuliner Nusantara memiliki peran utama sebagai pendukung dekorasi, pelengkap, dan pengemas bahan makanan. Selain itu, daun pisang digunakan pada berbagai kegiatan keagamaan dan dapat digunakan untuk pelatihan menganyam yang dilakukan oleh anak-anak saat bermain.

Namun di PAUD Santo Mikael Kole belum memanfaatkan daun pisang dalam pengembangan motorik halus anak. Hal ini karena 3 orang guru yang berada di PAUD St. Mikael Kole tidak berkualifikasi S-1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini sehingga pengetahuan yang berkaitan dengan ke-6 aspek perkembangan anak usia dini masih kurang. Selain itu, sarana dan prasarana yang ada di PAUD St. Mikael Kole juga masih minim baik alat permainan Indoor maupun outdoor.

Terkait dengan masalah di atas, solusi yang ditawarkan adalah dilaksanakannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul “UPAYA MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MENGANYAM DARI DAUN PISANG MENJADI TIKAR DI PAUD SANTO MIKAEL KOLE”.

Kegiatan  ini diketuai oleh Theresia Alviani Sum,M.Pd yang dibantu oleh beberapa mahasiswa: Elfrida H Noben, Felisiana Senau, Gudelia Wusu dan Yosefina Asti Nalut. Kegiatan PkM ini dilaksanakan pada 22-24 November 2018 yang diikuti oleh semua guru dan anak-anak PAUD St. Mikael Kole. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan aspek perkembangan motorik halus anak.

Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari dengan metode sosialisasi, pelatihan dan praktik menganyam dari daun pisang kepada anak-anak. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar para guru dapat menghasilkan alat permainan edukatif yang menarik dan bervariasi.

Mengembangkan Aspek Fisik Motorik Anak TK Negeri Reo Dengan Kegiatan Mars PAUD

Dosen dan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Santu Paulus Ruteng mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di TK Negeri Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Kegiatan PkM dosen dan mahasiswa ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan magang 2 bagi mahasiswa semester 7. Kegiatan PkM dengan judul “Mengembangkan Aspek Fisik Motorik Anak TK Negeri Reo Dengan Kegiatan Mars PAUD” ini berlangsung selama tiga (3) hari yakni tanggal 21 s.d 23 November 2018. Selengkapnya

JPIC OFM Indonesia Selenggarakan Workshop Sehari

Perkembangan zaman yang semakin pesat tentunya akan membawa dampak baik positif maupun negatif. Meluasnya dampak ini tentunya akan membawa pengaruh yang nyata dalam kehidupan generasi muda. Banyak lini kehidupan yang akan terganggu, kehidupan yang bebas, penyalahgunaan manfaat teknologi, perkelahian, menyebarnya berita-berita yang tidak benar (hoaks) yang berdampak pada merosotnya nilai-nilai kehidupan, kejujuran, kesetiakawanan, gotong royong, tolong menolong dan saling menghargai.

Banyak generasi penerus bangsa yang seakan tersesat arah langkahnya menjadi kurang siap untuk menghadapi masa denpan dengan segala tuntutannya. Salah siapa? Pertanyaan ini tentunya menjadi bahan refkleksi untuk kita semua yang dalam mempersiapkan masa depan mereka.

Menanggapi fenomena ini, JPIC OFM indonesia bekerjasama dengan yayasan Pendidikan Kemasyarakatan Ndoso berinisiatif memberikan pemahanman dan pengetahuan kepada masyarakat tentang peran serta berbagai elemen masyarakat dalam menghadapi kenyataan akan ketakutan dan kekhawatiran yang terjadi. Kegiatan ini dirangkum dalam workshop sehari dengan Tema “ Pendidik Garda Terdepan Terciptanya Anak Milenia yang Cerdas”.

Kegiatan ini berlangsung pada sabtu, 17 November 2018. Hadir sebagai pembicara, tokoh-tokoh yang peduli dengan pendidikan dan kehidupan generasi muda, Damasus Lekan Udjan,M.Pd, Elisabeth Sarinastitin,M.Pd, Emilia G. Mega Taran,M.Pd dan Dulmin Valentinus, M.H.

Pada kesempatan ini Br. Damas banyak membahas dan berbagi pengalaman tentang peran dan tugas guru dalam membentuk generasi muda. Menurutnya Guru tidak hanya sebatas mentransfer pengetahuan kepada anak didik tapi juga bagaimana memberikan keterampilan dan skill yang akan dipakai dalam mempersiapakn masa depannya. Selanjutnya,  Elisabeth juga menambahkan bagaimana peran guru dalam menanamkan karakter bagi anak didik. Anak yang berkarakter kuat tentunya akan mampu bertahan dan bersaing dalam kehidupan yang akan datang dengan segala kemelut dan tantangannya.

Sedangkan Emilia mengangkat bagaimana peran keluarga dan mempersiapkan anak dalam hal ini ada bagaimana peran “Mama“. Beliau mengharapkan agar setiap “mama” menjadi mama yang cerdas karena diyakini mama yang cerdak akan melahirkan dan mewariskan anak-anak yang cerdas pula. Banyak hal yang dapat dilakukan selama seorang mama tak henti belajar dan makin memperkaya diri sehingga tetap menjadi mama yang cerdas.

Pater Johny Dohun,OFM selaku penyelenggara kegiatan ini menyatakan, “Kegiatan seperti ini merupakan kegiatan rutin yang kami lakukan sebagai bentuk pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan. Juga kami berusaha menjawab setiap keresahan yang ada di masyarakat, bahwa makin merosotnya nilai-nilai kehidupan yang positif dalam kehidupan gererasi muda kita. Kita semua menyadari bahwa mempersiapkan kehidupan gererasi muda untuk siap di masa depan adalah tanggungjawab kita bersama”.

PkM Pembuatan Celengan dari Stick Ice Cream di TKK Santa Maria Fatima

Menabung adalah salah satu kebiasaan yang wajib ditanamkan sejak dini karena anak-anak mulai belajar berhemat dan bertanggungjawab dalam menggunakan uang. selain itu, anak akan memiliki pengetahuan terkait dengan pentingnya menabung. Dalam kegiatan ini anak-anak diberikan edukasi mengenai pentingnya menabung sejak dini serta mengajarkan anak-anak untuk membuat celengan.

Kegiatan membuat celengan merupakan salah satu cara untuk menanamkan rasa gemar menabung pada anak. Dalam upaya memotivasi anak-anak belajar tentang pentingnya menabung usia dini tim PkM memberikan pelatihan pembuatan celengan dari stik es krim yang dibuat sendiri oleh anak-anak. Celengan yang dibuat sendiri diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan minat anak dalam menabung.

Anak-anak usia dini masih banyak yang menghabiskan uang saku, tanpa disisihkan untuk ditabung. Pengetahuan anak terkait dengan manfaat menabung untuk masa depan mereka masih sangat minim. Adanya kegiatan PkM akan memberikan pengetahuan kepada anak terkait dengan pentingnya menabung sejak usia dini. Diharapkan anak memiliki kesadaran untuk dapat menyisihkan sebagaian uang mereka agar  dapat ditabung di celengan. Orang tua, guru maupun anak-anak juga belum mengetahui bahwa banyak alat atau bahan yang dapat digunakan untuk membuat celengan tanpa harus membeli di toko maupun di pasar.

Melihat kondisi tersebut, maka tim PkM Prodi PG PAUD STKIP St. Paulus Ruteng menawarkan sebuah kegiatan berupa pembuatan celengan dari stik es krim. Kegiatan PkM dilaksanakan selama tiga hari, yakni 15-17 November 2018 di TKK Santa Maria Fatima, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Theresia Alviani Sum,M.Pd dibantu beberapa mahasiswa, Yudith Nataliani Manggas, Emiliana Sari, Kornelia Jelita dan Estiana Alus. PkM ini mengangkat judul “UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 4-6 TAHUN  MELALUI PEMBUATAN CELENGAN DARI STICK ICE CREAM DI TKK SANTA MARIA FATIMA”.

Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah agar anak usia dini mempunyai pengetahuan dan memahami betapa pentingnya menabung sejak usia dini. Kegiatan ini melewati beberapa tahap seperti sosialisasi tentang pentingnya menabung sejak usia dini dan pelatihan pembuatan celengan dari stik es krim kepada guru dan anak-anak.

Prodi PG PAUD Akhiri Pelaksanaan Bulan Kreativitas sekaligus Rayakan Ulang Tahun ke-5 dengan Perayaan Ekaristi

Program Studi Pendidikan Guru PAUD (Prodi PG PAUD) mengadakan berbagai perlombaan dalam menyambut bulan kreativitas mahasiswa. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Fransiskus de Gomes, S.Fil., M.Pd. selaku Ketua Prodi pada Sabtu (13/10/2018) di Aula Missio STKIP St. Paulus Ruteng, dihadiri oleh dosen, pegawai, dan mahasiswa Prodi PG PAUD.

Melalui sambutannya, Ketua Prodi PG PAUD menyampaikan, “Terlaksananya bulan kreativitas mahasiswa sebagai kesempatan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kreativitas mahasiswa dan menciptakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat dalam banyak hal terutama dalam pembelajaran anak usia dini.” Selengkapnya

Descargar musica