Navigate / search

UNIT KEGIATAN MAHASISWA STKIP SANTU PAULUS RUTENG TERLIBAT PAMERAN DI RUTENG

Mengisi suka cita perayaan Kemerdekaan RI yang ke 72, Pemda Kabupaten Manggarai menyelenggarakan pameran dan bazzar selama 1 pekan yakni mulai dari tanggal 24–31 Agustus 2017. Kegiatan ini melibatkan semua komponen masyarakat, pedagang, LSM, termasuk sekolah dan Lembaga Pendidikan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenal produk-produk khas Manggarai, selain digelar berbagai atraksi hiburan bagi masyarakat kota Ruteng. Apa yang ditampilkan dalam pameran dan bazzar ini merupakan buah dari kerja nyata masyarakat Manggarai teristimewa hasil kerja nyata dari para peserta pameran. Dengan itu, harapan perayaan HUT RI yang ke 72 yakni Indonesia Kerja Nyata sudah terjawab melalui kegiatan pameran ini.
Lembaga STKIP Santu Paulus melalui PUKET III mempercayakan Unit Kegiatan Mahasiswa Kreativitas Seni dan Gerak AUD (UKM KSG AUD) Program Studi Pendidikan Guru PAUD untuk terlibat dalam kegiatan pameran di Lapangan Motang Rua Ruteng. Sejalan dengan tema perayaan HUT RI yang ke 72, UKM KSG Program Studi Pendidikan Guru PAUD mengusung tema pameran “MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK DI ERA DIGITAL”. UKM KSG AUD STKIP Santu Paulus Ruteng menyediakan tempat bermain bagi anak-anak usia dini. Dengan itu, anak-anak usia dini mempunyai ruang dan kesempatan untuk berkreasi dan berekspresi. Untuk tujuan itu, maka ruangan stan pameran didesain menjadi tempat bermain bagi anak-anak yang berusia 2 – 6 tahun. Konsep bermain yang digunakan lebih mengedepankan bermain yang edukatif. Artinya anak-anak tidak hanya bermain tetapi bermain yang bermakna sebagai proses belajar dan tumbuh kembang anak. Hal ini sejalan dengan prinsip atau karakteristik belajar anak usia dini yakni belajar melalui bermain. Atas dasar itulah, maka desain tempat bermain anak di bagi menjadi dua bagian yakni tempat bermain balok dan tempat bermain seni (mewarnai dan meronce). Hasil karya anak-anak ini kemudiaan dipajangkan di dinding stan sebagai bentuk apresiasi atas kreasi dan inovasi anak-anak. Kegiatan yang sederhana ini justru dapat memacu kreasi dan inovasi anak-anak. Kita perlu memulai dari hal-hal yang sederhana dan kecil ini, bukankah kecil itu selalu indah (small is beautiful). Dengan melibatkan anak-anak dalam permainan seperti ini, maka anak dituntun atau diarahkan kepada pengembangan diri secara positif tanpa harus jatuh dalam penggunaan media-media digital yang cenderung destruktif.
Selain itu, produk-produk hasil karya mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Ruteng yang tergabung dalam UKM KSG dipublikasikan di stan pameran ini seperti alat permainan edukatif, dan hasil karya inovasi mahasiswa lainnya. Keikutsertaan UKM KSG Program Studi Pendidikan Guru PAUD dalam kegiatan pameran ini sebenarnya sudah dirancang dan dipersiapkan sejak lama. Menurut Ibu Beata Palmin, M.Pd (Moderator UKM KSG), persiapan untuk pameran ini sudah dimulai sejak awal Semester Genap Tahun Akademik 2016 – 2017. Ada beberapa kegiatan persiapan untuk pameran ini yakni kegiatan Pelatihan Kreativitas Mahasiswa dalam bentuk pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE). Produk pelatihan bagi mahasiswa ini dipublikasikan dalam kegiatan pameran ini. Dengan itu, kegiatan pameran ini memperkenalkan produk-produk hasil kreativitas mahasiswa anggota UKM KSG selama tahun akademik 2016 – 2017. Hasil karya mahasiswa ini sebenarnya salah satu implementasi dari seruan perayaan HUT RI yang ke 72 yakni Indonesia Kerja Nyata.
Ibu Beata Palmin, M.Pd (Moderator UKM KSG AUD) menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki beberapa tujuan strategis, yakni : (1) meningkatkan partsipasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan UKM KSG AUD, sekaligus menjadi bentuk apresiasi bagi mahasiswa yang terlibat aktif dengan menampilkan hasil karya meraka pada papan pajangan karya mahasiswa; (2) memperkenalkan PAUD kepada masyarakat umum melalui papan “Info PAUD”. Hal ini dilakukan karena pengalaman memperlihatkan bahwa masyarakat umum cenderung memposisikan TK (Taman Kanak-Kanak) lebih tinggi tingkatannya dari PAUD. Padahal TK/RA merupakan bagian integral dari PAUD yang berada pada jalur formal. Sedangkan pada jalur informal kita kenal Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), Posyandu dan PAUD sejenis; (3) menginformasikan kepada masyarakat umum bahwa kegiatan bermain yang dilaksanakan di PAUD bukan sekedar bermain tanpa makna atau tujuan. Tetapi bermain yang bermakna adalah bermain edukatif dengan cara mengkonstruksi pengetahuan dan pemahaman anak tentang dunia dan lingkungannya. Selain itu, dengan kegiatan ini menginformasikan kepada masyarakat tentang jenis permainan yang dapat dilakukan anak sesuai dengan usianya; (4) meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi anak sejak usia dini sebab usia dini adalah usia emas (the golden age). Dengan itu, masyarakat turut berpartisipasi dalam mendukung berbagai program PAUD.
Menurut Romo Stefan Rahmat, Pr (Ketua Program Studi Pendidikan Guru PAUD), kegiatan pameran ini sejatinya menampilkan hasil kerja nyata masyarakat Manggarai, LSM, sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan tinggi. Indonesia membutuhkan kerja nyata dan bukan slogan-slogan yang indah. Saat ini kita tidak lagi memegang senjata untuk berperang melawan penjajah, tetapi kita harus menggunakan segala daya dan upaya untuk mengoptimalkan pikiran dan kemampuan supaya dapat menghasilkan sesuatu yang produktif dan bisa dinikmati oleh semua orang. Kita tidak boleh lagi berdiam diri, menunggu di tempat, tetapi kita harus menjadi agen perubah (agen of change) dengan lebih kreatif, inovatif supaya tercipta Indonesia yang jaya. UKM KSG Program Studi Pendidikan Guru PAUD telah menghasilkan produk hasil karya sendiri sebagai wujud nyata dari kerja nyata selama ini. Moment perayaan HUT RI yang ke 72 tahun ini kiranya menjadi saat bagi kita untuk merevolusi mental eazy going, merevolusi mental yang lebih banyak berbicara daripada bekerja. Indonesia butuh pemerintah, masyarakat, guru atau pendidik, peserta didik yang terlibat dengan kerja nyata. Sebab kita semua menjadi mulia karena karya atau kerja nyata. Orang Indonesia yang hebat adalah orang Indonesia yang terlibat. Orang Manggarai yang hebat adalah orang Manggarai yang terlibat. Mahasiswa yang hebat adalah mahasiswa yang terlibat ***(Stephanus Turibius Rahmat – Ketua Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Santu Paulus Ruteng)

Descargar musica